Ini Alasan Mengapa Pria Jarang Bercerita Saat Stres dan Depresi
Stres dan depresi merupakan hal lumrah yang bisa saja dialami semua orang baik laki-laki maupun perempuan. Namun terdapat beberapa perbedaan signifikan yang dapat dilihat antara laki-laki dan perempuan saat mengalami stres dan depresi.
Melansir dari Psychologi Today, perbedaan itu dimungkinkan terjadi akibat kimia otak, hormon dan pengalaman hidup yang berbeda antara perempuan dan laki-laki.
Perbedaan tersebut berasal dari peran laki-laki dalam konteks tradisional yang menghambat dirinya dalam mengekspresikan emosi dan lebih mendorong kepada kesuksesan, kekuasaan dan persaingan.
Baca juga: Waduh! Lebih dari 700 Ribu Anak Indonesia Terdeteksi Cemas dan Depresi
Hal tersebut juga yang membuat laki-laki akhirnya cenderung jarang bercerita saat mengalami stres dan depresi. Hingga akhirnya kondisi tersebut sulit bahkan tidak bisa didiagnosis secara langsung. Selain karena konteks tradisional yang terkesan membatasi ekspresi emosi laki-laki, hal lainnya yang membuat laki-laki jarang bercerita saat mengalami stres dan depresi adalah tekanan yang dihadapi serta stigma maskulinitas yag sangat melekat.
Seperti sikap tegar, kuat atau menahan diri yang akhirnya membuat bercerita saat depresi dianggap bentuk kelemahan. Selain itu, hal lainnya yang cukup berpengaruh adalah budaya, peran sebagai ayah, ras, status sosial dan status ekonomi.
Baca juga: 5 Cara Alami Turunkan Kadar Kortisol Agar Tidak Stres
Meski laki-laki cenderung jarang bercerita saat mengalami stres dan depresi, namun ada beberapa gejala yang bisa dilihat. Diantaranya adalah timbulnya perilaku melarikan diri dari kenyataan. Hal itu bisa terindikasi dari sikap pria yang lebih banyak menghabiskan waktu di tempat kerja atau berolahraga.
Gejala lainnya juga bisa dilihat dari fisik seperti sakit kepala dan masalah pencernaan. Lebih buruknya lagi, gejala stres dan depresi pada seorang pria adalah saat pria tersebut mulai menyalahgunakan konsumsi alkohol, narkoba hingga menyebabkan perilaku kekerasan atau pelelehan yang tidak terkontrol.
Di sisi lain, suasana hati yang sensitif seperti mudah marah, tersinggung dan agresif di waktu yang tidak tepat juga bisa menjadi gejala. Bahkan kurangnya nafsu makan, selalu merasa gelisah dan sulit berkonsentrasi menjadi satu indikasi bahwa seorang pria sedang mengalami stres dan depresi.










