Soroti Banjir Berulang di Jakarta, Rampai Nusantara Minta Solusi Strategis
Ketua Umum Rampai Nusantara Mardiansyah Semar menilai penanganan banjir di Jakarta belum menunjukkan langkah strategis yang signifikan. Dia mengungkapkan, Jakarta telah beberapa kali dilanda banjir namun belum terlihat kebijakan konkret yang mampu mengatasi persoalan tersebut secara menyeluruh.
“Sejak Pramono Anung menjadi gubernur, Jakarta sudah beberapa kali dilanda banjir. Namun hingga kini belum terlihat langkah strategis yang benar-benar signifikan untuk mengatasi persoalan banjir yang terus berulang,” ujar pria yang akrab disapa Semar ini dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026)..
Ia menilai setiap kali banjir melanda, gubernur lebih banyak melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi terdampak dan berinteraksi dengan warga. Meski langkah tersebut penting sebagai bentuk empati kepada masyarakat, menurutnya hal itu belum diikuti dengan kebijakan konkret yang mampu mencegah banjir agar tidak kembali terjadi.
Baca juga: Benhil Terendam Banjir, Warga Dievakuasi dengan Perahu Karet
“Gubernur memang turun ke lapangan, melihat beberapa titik banjir dan berdialog dengan masyarakat korban banjir. Namun setelah itu tidak terlihat tindakan strategis yang benar-benar mampu menjadi solusi jangka panjang. Pola ini terus berulang setiap kali banjir datang,” ujarnya.Dia bahkan menilai ketegasan pemerintah provinsi justru lebih terlihat dalam isu lain. “Pram terlihat cepat dan tegas ketika mengurus soal padel, tetapi sangat lemah dalam menangani persoalan banjir yang justru menjadi masalah utama warga Jakarta,” imbuhnya.
Ia juga menyoroti besarnya anggaran yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jakarta. Menurutnya, dengan kapasitas anggaran daerah yang sangat besar, seharusnya pemerintah mampu menghadirkan program yang lebih efektif untuk menanggulangi banjir.
“Anggaran daerah Provinsi Jakarta sangat besar. Seharusnya itu dapat dimaksimalkan untuk mencari solusi nyata dalam penanganan banjir. Namun yang terlihat saat ini justru sebaliknya, belum ada konsep yang jelas dan terukur,” ujarnya.
Dia juga menilai kondisi banjir belakangan ini justru semakin mengkhawatirkan. Ia mengatakan hujan dengan durasi beberapa jam saja sudah cukup membuat sejumlah wilayah Jakarta tergenang.
“Mosok hujan baru beberapa jam saja Jakarta sudah dikepung banjir padahal tidak ada air kiriman dari Bogor atau wilayah lainnya, berarti ini soal drainase dan resapan air yang mestinya bisa dilakukan antisipasi oleh pemerintah provinsi. Kondisi ini bahkan terasa lebih buruk dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.










