Bandara Teheran Terbakar usai Trump Umumkan Iran Akan Dihantam Sangat Keras
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku sudah mendengar laporan bahwa Inggris sedang mempertimbangkan untuk mengerahkan dua kapal induk ke Timur Tengah ketika perang AS-Israel melawan Iran semakin memanas. Namun, Trump terlanjur ngambek dengan respons lambat London.
Trump telah berulang kali mengkritik Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, dan pekan ini menyatakan bahwa Starmer membantu merusak hubungan erat historis kedua negara setelah London memblokir penggunaan awal pangkalan Inggris oleh AS untuk menyerang Iran.
Baca Juga: Inggris Bersiap Kerahkan Kapal Induk ke Timur Tengah, Perang Makin Panas
Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump mengatakan dia akan mengingat kurangnya dukungan Inggris selama konflik dengan Iran.
"Inggris Raya, sekutu besar kami di masa lalu, mungkin yang terhebat dari semuanya, akhirnya mempertimbangkan dengan serius untuk mengirim dua kapal induk ke Timur Tengah," tulis Trump, seperti dikutip Reuters, Minggu (8/3/2026).
“Tidak apa-apa, Perdana Menteri Starmer, kami tidak membutuhkan mereka lagi—Tapi kami akan mengingatnya. Kami tidak membutuhkan orang-orang yang bergabung dalam perang setelah kami menang!” lanjut Trump.Unggahan di media sosial ini muncul setelah Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka sedang mempersiapkan kapal induk HMS Prince of Wales untuk kemungkinan pengerahan ke Timur Tengah.Namun, seorang pejabat Inggris mengatakan belum ada keputusan akhir yang diambil tentang apakah akan mengerahkan kapal induk tersebut.
Starmer telah membela keputusannya untuk tidak mengizinkan pasukan AS menggunakan pangkalan Inggris guna mendukung serangan awal terhadap Iran. Dia mengatakan bahwa dirinya perlu memastikan setiap tindakan militer itu legal dan direncanakan dengan baik.
Dia kemudian memberikan izin kepada pasukan AS untuk menggunakan pangkalan Inggris untuk apa yang disebutnya sebagai serangan defensif terhadap rudal Iran di depot penyimpanan atau peluncuran.
Awal tahun ini, Starmer mengkritik keinginan Trump untuk membeli Greenland dan mengatakan bahwa komentarnya tentang pasukan Eropa yang menghindari pertempuran garis depan dalam perang di Afghanistan adalah "terus terang mengerikan".





