Penyebab Perut Begah saat Puasa dan Cara Mencegahnya Menurut Dosen IPB

Penyebab Perut Begah saat Puasa dan Cara Mencegahnya Menurut Dosen IPB

Gaya Hidup | sindonews | Kamis, 19 Februari 2026 - 10:59
share

Berpuasa diketahui memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, manfaat tersebut bisa berkurang apabila tidak diimbangi dengan pola makan yang tepat saat sahur dan berbuka. Salah satu keluhan yang kerap muncul selama Ramadan adalah perut terasa begah atau kembung setelah berbuka puasa.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr Mira Dewi, menjelaskan bahwa perut kembung umumnya terjadi akibat penumpukan gas di saluran pencernaan. Selain itu, kondisi ini juga dapat dipicu oleh faktor lain seperti intoleransi makanan, sembelit, hingga gangguan pencernaan tertentu.

Baca juga: Heboh War Takjil Tiap Ramadan, Dosen IPB Sebut yang Direbut Bukan Cuma Makanan

“Penyebab perut kembung paling sering adalah akumulasi gas di usus. Namun, ada banyak faktor lain yang juga berperan, seperti intoleransi makanan atau gangguan pencernaan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa puasa itu sendiri bukanlah penyebab langsung perut menjadi begah. Menurutnya, keluhan tersebut biasanya muncul akibat kebiasaan makan yang kurang tepat ketika sahur maupun berbuka.Baca juga: Jangan Sampai Dehidrasi! Ini Tips Agar Tidak Cepat Haus saat Puasa

“Perlu dipastikan bahwa kondisi berpuasa itu sendiri tidak menyebabkan perut kembung. Biasanya keluhan ini muncul karena kebiasaan makan yang kurang tepat, misalnya langsung mengonsumsi makanan yang mengandung gas saat berbuka,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr Mira menyebutkan bahwa individu dengan riwayat penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) lebih rentan mengalami perut kembung selama Ramadan.

Beberapa kebiasaan yang dapat memicu perut kembung antara lain berbuka dengan porsi besar sekaligus setelah lambung kosong seharian, mengonsumsi makanan tinggi gas seperti kacang-kacangan, kol, serta minuman bersoda, makan terlalu cepat tanpa mengunyah dengan baik, dan kurang mencukupi kebutuhan cairan dari waktu berbuka hingga sahur.

Untuk mencegah keluhan tersebut, dr Mira menyarankan masyarakat agar lebih bijak mengatur pola makan selama berpuasa. Ia menganjurkan agar berbuka dilakukan secara bertahap dan tidak langsung mengonsumsi makanan dalam jumlah besar.“Usahakan berbuka secara bertahap dan tidak langsung makan dalam jumlah besar. Bagi yang memiliki intoleransi laktosa, sebaiknya membatasi konsumsi susu,” tuturnya.

Selain memperhatikan jenis dan porsi makanan, ia juga menekankan pentingnya mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan air putih serta tetap melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara teratur selama Ramadan.

“Pola makan yang tepat, cukup cairan, dan olahraga teratur dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan selama berpuasa,” pungkasnya.

Topik Menarik