SEA Boulder League 2026 Resmi Digelar di Jakarta, Olahraga Pajat Tebing Makin Kompetitif

SEA Boulder League 2026 Resmi Digelar di Jakarta, Olahraga Pajat Tebing Makin Kompetitif

Olahraga | sindonews | Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:36
share

Perkembangan bouldering di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang signifikan. Olahraga panjat tebing nomor boulder itu tidak lagi sekadar aktivitas rekreasi di pusat kebugaran, tetapi mulai bergerak ke arah pembinaan yang lebih terstruktur. Komunitas bertambah, fasilitas latihan meningkat, dan regenerasi atlet muda kian terlihat.

Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Ardana Cikal Damarwulan. Atlet berusia 15 tahun itu dijadwalkan tampil pada putaran perdana SEA Boulder League 2026 di Boulder Planet Indonesia, Jakarta, akhir pekan ini.

Cikal sebelumnya meraih medali emas nomor men’s lead climbing pada SEA Games ke-33 di Thailand tahun lalu. Prestasi tersebut menempatkannya sebagai salah satu talenta muda potensial di kawasan Asia Tenggara.

Menurut Cikal, kompetisi berjenjang menjadi faktor penting dalam proses pembinaan atlet.

“Saya masih belajar ingin menjadi pemanjat seperti apa. Bersaing secara rutin melawan atlet-atlet kuat dari berbagai negara membantu saya memahami kelemahan dan apa yang perlu saya tingkatkan. Kompetisi seperti ini di Indonesia sangat penting, bukan hanya untuk perkembangan saya, tetapi juga bagi para atlet dan komunitas,” ujarnya.

SEA Boulder League 2026 menjadi salah satu ajang yang diharapkan menjawab kebutuhan tersebut. Liga ini terdiri dari tiga seri yang digelar di Indonesia, Malaysia, dan Filipina, dengan melibatkan lebih dari 180 atlet dari 13 negara. Kompetisi dibagi dalam kategori Novice, Intermediate, dan Open untuk memberikan jalur perkembangan yang lebih terukur bagi atlet.Sebagai tuan rumah seri pembuka, Boulder Planet Indonesia menilai ajang ini memberi keuntungan bagi atlet nasional. Director Boulder Planet Indonesia, Ronald Fedora Pudjiono, mengatakan bahwa penyelenggaraan di dalam negeri membuka akses lebih luas bagi atlet untuk bersaing tanpa kendala biaya perjalanan ke luar negeri.

“Dengan kompetisi tingkat tinggi yang digelar secara rutin, atlet dapat mempertajam performa dan membangun kepercayaan diri sebelum tampil di level internasional,” kata Ronald.

Dari sisi teknis, Chief Route Setter SEA Boulder League 2026 sekaligus Head Route Setter Boulder Planet Singapore, Brandon Gwee, menekankan pentingnya konsistensi dalam penataan rute. Menurut dia, standar route setting yang seragam berperan menjaga keadilan kompetisi sekaligus menjadi tolok ukur objektif perkembangan atlet.

Sementara itu, Event Director SEA Boulder League, Patrice Claire Bayo Verosil, menyebut liga ini dirancang sebagai sistem jangka panjang. Ia menilai kawasan Asia Tenggara memiliki banyak talenta, namun membutuhkan wadah kompetisi yang berkesinambungan agar pembinaan berjalan optimal.

Dengan total hadiah lebih dari Rp100 juta, SEA Boulder League 2026 diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan bouldering di Asia Tenggara sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat global.

Topik Menarik