60 Tahun Berpengalaman Operasikan Pembangkit Nuklir, Negara Ini Tawarkan ke Indonesia
Peluang kerja sama sektor energi nuklir menjadi pembahasan saat Menteri Luar Negeri (Menlu) Slovakia, Juraj Blanar menggelar pertemuan dengan Menlu RI, Sugiono di Gedung Pancasila, Kemlu, Jakarta Pusat, Selasa (3/1/2026). Bahkan Juraj Blanar menawarkan secara langsung terkait pengembangan yang bisa diberikan Slovakia kepada Indonesia.
"Kami juga membahas kerja sama energi nuklir. Slovakia memiliki lebih dari 60 tahun pengalaman dalam pembangunan dan pengoperasian PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir)," kata Menlu Juraj usai melakukan pertemuan bilateral tertutup.
Baca Juga: Tiga Negara Bersaing Garap Proyek Pembangkit Nuklir Pertama di IndonesiaMenlu Juraj menegaskan, bahwa Slowakia menyatakan siap untuk mendukung pengembangan energi nuklir tersebut di Indonesia. Terlebih, ia mendengar Indonesia sendiri sudah berencana mengembangkan energi ini.
"Kami dapat menawarkan pendidikan dan keahlian, terutama karena Indonesia berencana membangun pembangkit listrik tenaga nuklir pertamanya," ujarnya.
Pembangkit Nuklir
Sebelumnya ada beberapa negara yang menjadi pertimbangan pemerintah Indonesia untuk bekerja sama dalam mengembangkan teknologi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Negara tersebut yakni Rusia, Korea Selatan, dan Kanada untuk proyek PLTN pertama yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2032.Baca Juga: PLTN Pertama Indonesia Disiapkan, ITPLN dan ITS Fokus Bangun SDM Nuklir Nasional
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung sempat menegaskan bahwa pemilihan mitra akan didasarkan pada aspek efisiensi, besaran investasi, serta daya saing harga listrik.
"Kami akan melihat dari sisi pembangunan PLTN mana yang lebih efisien dan kompetitif, serta dari sisi hasil listrik yang dihasilkan," ujar Yuliot, dikutip di Jakarta, Sabtu (13/12/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan kesediaannya membantu Indonesia mengembangkan energi nuklir saat bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kremlin, Rabu.










