Kisah 5 Maskapai Penerbangan yang Sudah Bangkrut di Indonesia

Kisah 5 Maskapai Penerbangan yang Sudah Bangkrut di Indonesia

Berita Utama | sindonews | Rabu, 6 Agustus 2025 - 08:12
share

Dalam perjalanan industri penerbangan di Indonesia, tercatat ada lima maskapai besar yang berhenti beroperasi atau bangkrut. Penyebabnya cukup beragam, dari masalah keuangan dan dinyatakan pailit, hingga faktor standar keamanan penerbangan yang dianggap kurang memadai.

Tidak hanya menimpa maskapai penerbangan swasta, namun ada juga beberapa yang berasal dari maskapai nasional atau paling tidak saham mayoritasnya dimiliki pemerintah Indonesia. Lantas, maskapai apa sajakah itu?

Berikut Kisah 5 Maskapai Penerbangan Indonesia yang Sudah Bangkrut:

1.Sempati Air

Sempati Air didirikan pada 1968 dan mulai beroperasi pada 1969 dengan nama PT Sempati Air Transport. Maskapai ini melakukan ekspansi besar selama akhir 1980-an hingga 1990-an. Sempati Air pun sempat melayani rute penerbangan berjadwal ke Singapura, Kuala Lumpur dan Manila.

Maskapai ini juga dikenal dengan pelayanannya yang prima. Namun Sempati kemudian bangkrut dan bertepatan dengan krisis moneter yang menghantam Indonesia pada tahun 1998. Kebangkrutan tersebut juga disebabkan kesalahan manajemen.

Baca Juga: Di Ujung Tanduk, Kementerian BUMN Akui Garuda Terancam Bangkrut

Pada awalnya Sempati Air Transport diperkenalkan sebagai anak perusahaan PT. Tri Usaha Bhakti yang didirikan bulan Desember 1968. Sebagai informasi PT Tri Usaha Bhakti dimiliki Yayasan Kartika Eka Paksi yang sering disingkat sebagai Truba, merupakan sebuah yayasan yang bernaung di bawah Angkatan Darat. Lini bisnis awal Sempati yakni menyediakan pesawat carter bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Perusahaan yang pernah dilayani adalah perusahaan-perusahaan minyak asing seperti Caltex, Union, juga Stanvac.

Setelah berkembang, maskapai yang semula bernama Sempati Air Transport (SAT) berubah nama menjadi Sempati Air. Namun nasibnya harus berakhir seiring dengan krisis yang melanda. Maskapai ini berhenti beroperasi pada Mei 1998—bulan yang sama dengan lengsernya Soeharto.

2. Adam Air

Pada 2008 silam, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat mengabulkan tuntutan kreditur untuk memailitkan PT Adam SkyConnection atau AdamAir. Sebelumnya, maskapai penerbangan swasta itu disebut-sebut sebagai maskapai penerbangan berbiaya rendah atau low cost carrier terbaik di Indonesia.

Jangkauan rute dan penambahan armada pesawatnya terbilang ekspansif sejak didirikan pada 2002. Namun, sebuah kecelakaan nahas membuat reputasi Adam Air langsung ambruk seketika. Saat itu, pesawat Adam Air KI 457 rute Jakarta-Manado mengalami insiden kecelakaan di atas perairan Majene setelah hilang dari radar.

Semua penumpang dan awaknya yang berjumlah 102 orang meninggal. Tak lama setelah kecelakaan tersebut, pemerintah mencabut izin terbangnya pada 19 Juni 2008 yang menandai berhentinya operasional Adam Air di Tanah Air.

3.Mandala Airlines

Mandala Airlines, yang kemudian bernama Tigerair Mandala, pertama kali beroperasi pada 17 April 1969. Maskapai ini kemudian dibeli oleh Indigo Partners dan Cardig International tahun 2006. Karena masalah utang, Mandala berhenti beroperasi pada 12 Januari 2011.

Akhir Februari 2011, para kreditur menyetujui restrukturisasi utang Mandala menjadi saham dan kembali beroperasi pada Juni 2011. Namun, Mandala menghentikan kegiatan operasionalnya mulai 1 Juli 2014 lantaran kondisi pasar turun dan biaya operasional membengkak karena depresiasi rupiah.

4.Batavia Air

Batavia Air mulai penerbangannya pada 5 Januari 2012 di bawah manajemen PT Metro Batavia. Namun, baru genap setahun, tepatnya 30 Januari 2013, maskapai swasta ini berhenti beroperasi lantaran bangkrut. Pailitnya Batavia Air berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang disampaikan pada 30 Januari 2013 silam. Data yang dihimpun dari berbagai sumber, sebab utama perusahaan dinyatakan bangkrut lantaran memiliki utang bernilai jumbo.

Manajemen PT Metro Batavia mengaku tidak bisa membayar pinjaman pokok dan bunga utang dalam persidangan PN Jakarta Pusat. Saat itu, perusahaan membukukan utang senilai USD4,68 juta yang berasal dari sewa pesawat Airbus milik International Lease Finance Corporation (ILFC).

5.Merpati Nusantara Airlines

Didirikan pada tahun 1962, Maskapai penerbangan ini sebagian besar sahamnya dimiliki pemerintah Indonesia. Pada Februari 2014, Merpati Airlines menangguhkan seluruh penerbangannya karena masalah keuangan.

Sebelum dinyatakan pailit, 'kesehatan' perseroan mulai terguncang pada 2008. Saat itu, perusahaan merugi dan utangnya mencapai Rp2,8 triliun.

Setelah bertahun-tahun tidak jelas nasibnya, PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) resmi dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya. Putusan ini diambil pada 2 Juni 2022.

Baca Juga: Intip Sejarah Merpati Airlines, Maskapai Kebanggaan yang Kini BangkrutKeputusannya adalah mengabulkan permohonan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). PN Surabaya menyatakan Merpati Nusantara Airlines lalai dalam memenuhi perjanjian perdamaian yang sebelumnya sudah disahkan.

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) resmi dibubarkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 tahun 2023 tentang Pembubaran Perusahaan Perseroan PT Merpati Nusantara Airlines.

Topik Menarik