7 Kapal Induk Terbaik di Dunia, Nomor 6 Terancam Jadi Besi Rongsokan

7 Kapal Induk Terbaik di Dunia, Nomor 6 Terancam Jadi Besi Rongsokan

Global | sindonews | Selasa, 29 Juli 2025 - 19:15
share

Kapal induk adalah raksasa laut, yang memproyeksikan kekuatan, pengaruh, dan pertahanan bagi negara-negara yang mengoperasikannya. Pangkalan udara terapung yang besar ini memungkinkan negara-negara untuk memperluas jangkauan militer mereka, menyediakan platform untuk meluncurkan jet tempur, helikopter, dan pesawat lainnya.

Kita akan melihat 7 kapal induk terbesar di dunia saat ini, yang diurutkan berdasarkan panjang dan bobotnya.

Dari USS Gerald R. Ford yang canggih hingga armada China yang berkembang pesat, masing-masing raksasa ini memiliki kisah unik, spesifikasi teknis, dan kepentingan strategisnya sendiri.

1. Kelas USS Gerald R. Ford (Angkatan Laut Amerika Serikat)

USS Gerald R. Ford (CVN-78) adalah kapal induk utama dari kelas Ford dan mewakili inovasi angkatan laut Amerika terbaru. Diresmikan pada tahun 2017, kapal ini adalah yang pertama di kelasnya yang menggantikan kapal induk kelas Nimitz yang sudah tua.

Kapal ini dinamai sesuai nama Presiden Amerika Serikat ke-38 dan merupakan bagian dari tujuan Angkatan Laut untuk mempertahankan keunggulan angkatan laut yang tak tertandingi.

Dengan bobot benaman yang mencengangkan, 100.000 ton, Gerald R. Ford adalah kapal induk terbesar dan tercanggih di dunia.

Kapal ini ditenagai oleh dua reaktor nuklir A1B, yang menghasilkan listrik yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik 250.000 rumah.

Kapal induk ini mampu mengangkut lebih dari 75 pesawat, termasuk F-35C Lightning II, F/A-18E/F Super Hornet, dan E-2D Advanced Hawkeye.

Peningkatan dan Inovasi: Kelas Gerald R. Ford dilengkapi beberapa peningkatan teknologi, termasuk Sistem Peluncuran Pesawat Elektromagnetik (EMALS), yang menggantikan ketapel uap tradisional.

Hal ini memungkinkan peluncuran pesawat yang lebih mulus dan efisien.

Peningkatan penting lainnya termasuk sistem radar canggih, peningkatan kemampuan pertahanan diri, dan peningkatan efisiensi operasional, yang mengurangi jumlah awak dibandingkan dengan kapal induk kelas Nimitz.

Peran Saat Ini: Gerald R. Ford merupakan bagian penting dari strategi militer AS, yang memungkinkan Angkatan Laut AS untuk memproyeksikan kekuatan di seluruh dunia.

Sistem canggihnya membuatnya lebih efisien, meningkatkan tingkat serangan mendadak hingga 33 dibandingkan dengan kapal induk yang lebih tua.

Kapal induk ini siap menjadi tulang punggung operasi angkatan laut AS hingga abad ke-21.

2. Kelas Nimitz (Angkatan Laut AS)

Kelas Nimitz, yang diperkenalkan pada tahun 1970-an, telah menjadi andalan Angkatan Laut AS selama beberapa dekade. Dinamai berdasarkan Laksamana Chester W. Nimitz dari Perang Dunia II, kapal induk ini dirancang untuk menjadi pusat armada Angkatan Laut.

Kapal induk yang disegani ini awalnya memiliki bobot benaman sekitar 97.000 ton, tetapi seiring dengan peningkatan dan penambahan peralatan canggih, bobot benaman muatan penuhnya telah melampaui 100.000 ton.

Misalnya, USS Abraham Lincoln (CVN-72) kini memiliki bobot benaman 104.112 ton panjang (105.783 metrik ton) pada muatan penuh. Hal ini menjadikan mereka salah satu kapal militer terberat yang pernah dibangun.

Setiap kapal di kelasnya ditenagai oleh dua reaktor nuklir Westinghouse A4W, yang memberikan masa operasional sekitar 20-25 tahun sebelum perlu diisi ulang bahan bakarnya.

Kapal-kapal ini dapat melaju dengan kecepatan lebih dari 30 knot dan beroperasi dalam waktu lama tanpa perlu berlabuh.

Peningkatan dan Inovasi: Meskipun lebih tua dari kelas Ford, kapal induk kelas Nimitz telah mengalami peningkatan berkelanjutan selama bertahun-tahun.

Ini mencakup sistem radar yang dimodernisasi, kemampuan pertahanan rudal, dan teknologi dek penerbangan yang ditingkatkan.

Kapal-kapal ini dapat mengangkut sekitar 70-80 pesawat dan telah diperlengkapi untuk menangani jet tempur terbaru seperti F-35C.

Peran Saat Ini: Meskipun kapal induk yang lebih baru seperti Gerald R. Ford mulai beroperasi, kelas Nimitz tetap menjadi bagian penting dari kekuatan angkatan laut AS.

Mereka terus dikerahkan di seluruh dunia, mendukung operasi militer AS dan mengibarkan bendera di wilayah-wilayah strategis seperti Laut China Selatan dan Timur Tengah.

3. Fujian (China)

Fujian (Tipe 003) China adalah kapal induk terbesar dan tercanggih dalam armada Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLAN).

Dinamai berdasarkan provinsi Fujian, kapal induk ini diluncurkan pada tahun 2022 dan merupakan lompatan signifikan bagi kemampuan angkatan laut China.

Dengan bobot sekitar 80.000 ton, Fujian adalah kapal induk pertama buatan dalam negeri China yang dilengkapi sistem peluncuran ketapel terintegrasi penuh, mirip dengan EMALS yang terdapat pada kapal kelas Ford.

Fujian ditenagai oleh turbin uap konvensional dan dapat mengangkut sekitar 40 pesawat, termasuk pesawat tempur J-15 dan pesawat peringatan dini.

Peningkatan dan Inovasi: Fujian menandai peralihan China dari sistem peluncuran ski-jump yang digunakan pada kapal induk sebelumnya ke sistem ketapel elektromagnetik, yang memungkinkan peluncuran pesawat yang lebih cepat dan efisien.Kapal ini juga dilengkapi sistem radar yang ditingkatkan dan kemampuan penanganan pesawat yang lebih canggih, menjadikannya tambahan yang tangguh bagi kekuatan angkatan laut China.

Peran Saat Ini: Masih dalam tahap operasional awal, Fujian diharapkan menjadi elemen kunci bagi perluasan kehadiran angkatan laut China di Samudra Pasifik dan Hindia.

Seiring upaya China untuk menantang dominasi AS di kawasan ini, Fujian akan memainkan peran sentral dalam strategi proyeksi kekuatannya.

4. Shandong (China)

Diluncurkan pada tahun 2017, Shandong (Tipe 002) adalah kapal induk pertama buatan dalam negeri China.

Kapal ini didasarkan pada Liaoning rancangan Soviet dan merupakan tonggak penting dalam upaya China mengembangkan angkatan laut kelas dunia.

Dengan bobot benaman 70.000 ton, Shandong menggunakan sistem lepas landas ski-jump dan ditenagai oleh mesin konvensional.

Kapal ini dapat mengangkut sekitar 36 jet tempur J-15 dan beberapa helikopter, membuatnya lebih kecil daripada kapal-kapal Amerika, tetapi tetap memiliki kekuatan yang signifikan.

Peningkatan dan Inovasi: Meskipun tidak memiliki sistem ketapel seperti yang terdapat pada Fujian, Shandong telah diuntungkan dengan peningkatan sistem radar dan peperangan elektronik.

Kapal ini juga dilengkapi dengan kemampuan pertahanan rudal canggih, yang memberinya kemampuan untuk mempertahankan diri dari potensi ancaman.

Peran Saat Ini: Shandong terutama berfokus pada kepentingan China di Laut China Selatan dan sering dianggap sebagai simbol ambisi angkatan laut China yang semakin besar.

Kapal ini diharapkan dapat berfungsi sebagai platform untuk misi tempur dan kemanusiaan di kawasan tersebut.

5. Kelas Queen Elizabeth (Angkatan Laut Kerajaan Inggris)

Kapal induk kelas Queen Elizabeth adalah kapal terbesar yang pernah dibangun untuk Angkatan Laut Kerajaan.

Kapal utama, HMS Queen Elizabeth, ditugaskan pada tahun 2017, diikuti kapal saudaranya, HMS Prince of Wales, pada tahun 2019.

Dengan bobot benaman 65.000 ton, kapal induk ini memiliki desain pulau kembar yang unik, satu untuk navigasi dan yang lainnya untuk operasi penerbangan.

Kapal-kapal induk ini bertenaga konvensional dan dapat mengangkut hingga 40 pesawat, termasuk jet tempur F-35B Lightning II.Peningkatan dan Inovasi: Kelas Ratu Elizabeth dilengkapi dengan teknologi siluman dan penghindar radar terkini.

Tidak seperti kapal induk AS, kapal-kapal ini menggunakan jalur ski-jump untuk meluncurkan pesawat.

Kapal-kapal ini juga dirancang untuk beroperasi dengan awak yang lebih sedikit, sehingga lebih efisien dalam hal tenaga kerja.

Peran Saat Ini: Kapal induk ini merupakan simbol kembalinya Britania Raya ke operasi serangan kapal induk, yang memproyeksikan kekuatan angkatan laut Britania Raya di seluruh dunia.

HMS Queen Elizabeth telah melakukan operasi di Indo-Pasifik, menandakan komitmen Inggris terhadap keamanan maritim global.

6. Admiral Kuznetsov (Rusia)

Diluncurkan pada tahun 1985, Admiral Kuznetsov adalah satu-satunya kapal induk Rusia dan memiliki sejarah layanan yang penuh gejolak.

Pengembangannya berawal dari era Soviet, dan telah diganggu masalah pemeliharaan sepanjang masa pakainya.

Dengan bobot benaman 58.500 ton, Admiral Kuznetsov ditenagai turbin uap dan dilengkapi jalur ski-jump untuk meluncurkan pesawat.

Kapal ini dapat mengangkut sekitar 30 pesawat, termasuk pesawat tempur Su-33 dan helikopter Ka-52.

Peningkatan dan Inovasi: Admiral Kuznetsov telah mengalami beberapa peningkatan selama bertahun-tahun, terutama dalam hal persenjataannya.

Kapal ini dilengkapi dengan rudal antikapal P-700 Granit, menjadikannya bukan hanya kapal induk tetapi kapal perang bersenjata lengkap.

Peran Saat Ini: Saat ini sedang menjalani perbaikan besar, Admiral Kuznetsov sebagian besar tidak aktif dalam beberapa tahun terakhir.

Setelah perbaikan selesai, kapal ini diharapkan untuk bergabung kembali dengan Angkatan Laut Rusia, meskipun masa depannya masih belum pasti karena masalah mekanis yang sedang berlangsung.

Terancam Jadi Besi Rongsokan: Nasib kapal induk Admiral Kuznetsov, yang berusia 40 tahun, berada di ujung tanduk setelah bertahun-tahun diperbaiki tanpa hasil, dan pekerjaan pemeliharaannya ditangguhkan. Andrei Kostin, ketua perusahaan galangan kapal negara Rusia (USC), mengatakan kepada surat kabar Kommersant, "Tidak ada gunanya lagi memperbaiki (Admiral Kuznetsov). Kapal itu sudah berusia lebih dari 40 tahun, dan biayanya sangat mahal."

7. Liaoning (China)

Liaoning adalah kapal induk bekas Soviet yang dibeli China dari Ukraina pada tahun 1998. Setelah perbaikan ekstensif, kapal ini ditugaskan ke Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat pada tahun 2012 sebagai kapal induk pertama China.

Dengan bobot benaman 58.000 ton, Liaoning menggunakan jalur ski-jump untuk meluncurkan pesawat. Kapal ini dapat membawa sekitar 24 jet tempur J-15 dan berbagai helikopter.

Peningkatan dan Inovasi: Liaoning telah menerima peningkatan berkelanjutan sejak ditugaskan, termasuk sistem radar yang disempurnakan dan kemampuan tempur yang lebih baik.

Meskipun tidak secanggih kapal induk China yang lebih baru, kapal ini berfungsi sebagai platform pelatihan penting bagi pilot PLAN.

Peran Saat Ini: Liaoning terutama digunakan untuk tujuan pelatihan, membantu mengembangkan kemampuan penerbangan angkatan laut China.

Namun, kapal ini juga telah dikerahkan di Laut China Selatan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan Tiongkok untuk menegaskan klaim teritorialnya.

Berlayar Menuju Masa Depan: Kekuatan Raksasa

Kapal induk merupakan aset penting bagi negara mana pun yang ingin melindungi hak maritimnya dan memproyeksikan kekuatan global.

Dengan 41 kapal induk aktif yang beroperasi di 13 angkatan laut di seluruh dunia, kapal-kapal ini memainkan peran penting dalam strategi angkatan laut modern.

Angkatan Laut AS memimpin dengan 11 kapal induk, sementara China dan Inggris masing-masing mengoperasikan tiga dan dua kapal induk.

Negara-negara seperti India, Prancis, Rusia, dan Italia saat ini masing-masing memiliki satu kapal induk, dengan India akan meresmikan kapal induk buatan sendiri pertamanya pada tahun 2022.

Selain itu, negara-negara seperti Jepang, Prancis, Australia, Mesir, Brasil, Korea Selatan, dan Thailand mengoperasikan total 14 kapal induk kecil yang dirancang untuk helikopter, yang semakin menunjukkan persaingan global untuk meningkatkan kemampuan angkatan laut.

Seiring kemajuan teknologi dan semakin banyak negara yang membangun atau meningkatkan armada mereka, kapal-kapal besar ini akan terus menjadi kekuatan dominan di lautan dunia, membentuk masa depan peperangan laut dan pengaruh global.

Baca juga: Houthi Mungkin Memasukkan Awak Kapal Eternity C dalam Kesepakatan Gaza

Topik Menarik