India Ancam Nyawa 240 Juta Penduduk Pakistan, China Pasang Badan
Ketegangan antara India dan Pakistan kembali meningkat setelah India mengancam akan memutus pasokan air dari Sungai Indus. Ancaman ini memicu reaksi dari China dengan mempercepat pembangunan proyek bendungan di Pakistan sebagai respons terhadap situasi yang berkembang.
Penyiar negara China melaporkan, China Energy Engineering Corporation, perusahaan milik negara, telah mempercepat pekerjaan pada Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Mohmand di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Proyek yang dimulai pada September 2019 ini dijadwalkan selesai tahun depan dan kini telah memasuki fase kritis dengan pengisian beton pada bendungan.
Pernyataan China muncul setelah India mengumumkan penangguhan Perjanjian Air Indus 1960, yang mengatur pembagian sumber daya air antara kedua negara. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap serangan militan yang menewaskan wisatawan di wilayah Kashmir yang dikuasai India pada 22 April lalu.
Penangguhan perjanjian tersebut menimbulkan kekhawatiran di Pakistan, yang mengandalkan sistem Sungai Indus untuk 80 kebutuhan pertaniannya. Pemerintah Islamabad menegaskan, setiap upaya untuk menghentikan atau mengalihkan aliran air yang menjadi hak Pakistan akan dianggap sebagai tindakan perang dan akan direspons dengan kekuatan penuh.
"Air adalah kepentingan nasional yang vital bagi Pakistan, nyawa bagi 240 juta penduduknya, dan ketersediaannya akan dijaga dengan segala biaya," tegas Pemerintah Pakistan, dikutip dari SCMP, Senin (19/5).
Pekan lalu, kedua negara sepakat untuk gencatan senjata setelah serangkaian bentrokan yang dipicu oleh serangan teroris di Kashmir, yang menewaskan 26 orang. India menuduh Pakistan menampung kelompok militan, tuduhan yang dibantah oleh Islamabad.
Menurut laporan Reuters, India sedang mempertimbangkan rencana untuk meningkatkan pengambilan air dari sungai Indus sebagai tindakan balasan atas serangan tersebut. Perdana Menteri Narendra Modi telah memerintahkan pejabat untuk mempercepat perencanaan dan pelaksanaan proyek-proyek di sungai Chenab, Jhelum, dan Indus.
Di bawah Perjanjian Air Indus 1960, Pakistan memiliki hak atas air sungai Indus dan afluennya, sementara India berhak menggunakan air dari sungai-sungai timur seperti Ravi, Sutlej, dan Beas. Jaringan bendungan India yang luas, termasuk Bendungan Bhakra Nangal, menjadi bagian penting dari pengelolaan sumber daya air di kawasan tersebut.
Sistem produksi makanan Pakistan sangat bergantung pada aliran air dari sungai-sungai ini, dan petani masih berjuang pulih dari dampak banjir bandang yang menghancurkan tanaman dan ternak pada 2022.
Bendungan Mohmand dirancang sebagai fasilitas serbaguna untuk pembangkit listrik, pengendalian banjir, irigasi, dan pasokan air. Proyek ini diharapkan dapat menghasilkan sekitar 800 MW listrik dan menyuplai 300 juta galon air minum setiap hari ke Peshawar, ibu kota Khyber Pakhtunkhwa.
China dan Pakistan telah menjalin kemitraan diplomatik yang kuat selama lebih dari tujuh dekade dengan Beijing menginvestasikan miliaran dolar dalam infrastruktur Pakistan melalui China-Pakistan Economic Corridor. Proyek infrastruktur ini juga mencakup Bendungan Diamer-Bhasha yang sedang dibangun di Sungai Indus.
4 Daftar Bansos Cair di Desember 2025
Meski memiliki hubungan dekat dengan Pakistan, China mengambil sikap hati-hati terhadap konflik ini. Beijing mendesak kedua negara untuk menunjukkan pengendalian diri demi menjaga perdamaian dan stabilitas regional. Namun, China tetap berkomitmen pada kemitraan strategisnya dengan Pakistan, yang dianggap sebagai persaudaraan yang kokoh.









