Rekaman CCTV dan Video Jadi Kunci Penangkapan Pelaku Pelemparan Batu ke Bus Persik
Rekaman CCTV dan video dari masyarakat terkait kasus pelemparan batu ke bus Persik Kediri di sekitar Stadion Kanjuruhan, Malang menjadi kunci menangkap pelaku yang masih diburu Polres Malang.
KBO Satreskrim Polres Malang Ipda Dicka Ermantara menyatakan, rekaman CCTV dan video itu disebut menjadi kunci kepolisian dalam mengungkap dalang pelemparan batu ke bus Persik Kediri.
Sejauh ini kata Dicka, ada beberapa video dari rekaman CCTV dari beberapa titik di sekitar lokasi kejadian.
Total ada beberapa video CCTV dan sebanyak empat video dari masyarakat.
"Masih kita dalami kalau CCTV, CCTV beberapa (video) empatlah, CCTV terindikasi 4," kata Dicka Ermantara, dikonfirmasi pada Minggu (18/5/2025).
Selain rekaman kamera CCTV, ada beberapa video baik yang beredar di media sosial, maupun yang didapat dari tim Persik Kediri. Video-video itu disebut sudah menggambarkan siapa sosok terduga pelaku pelemparan batu ke bus Persik Kediri.
"Video-video yang beredar luas di media sosial masih kita analisa. Semua video yang kita dapat dari persik, medsos, kita kumpulkan, masih kita dalami," ucapnya.
Sejauh ini dari saksi-saksi yang diperiksa sejumlah 15 orang, termasuk dari pihak Persik, ditambah barang bukti video dan foto yang ada disebutnya sudah cukup dalam mengarahkan pengejaran ke terduga pelaku.
"Kita sudah memintai keterangan media officernya, kita sudah dapat keterangan yang saya rasa cukup. Fokus ke pengejaran," tandasnya.
Insiden pelemparan batu ke bus Persik Kediri terjadi usai laga Arema FC melawan Persik, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 18.15 WIB Minggu malam (11/5/2025), saat tim Persik Kediri pulang dari stadion menuju ke Hotel Grand Miami, Kepanjen, yang berjarak sekitar 15 menit berkendara.
Lemparan batu itu dialami Persik saat baru keluar dari halaman stadion, dan masuk Jalan Trunojoyo, Kepanjen. Diduga lemparan batu itu karena adanya oknum Aremania yang kecewa akibat kekalahan telak 0-3 atas Persik, pada Minggu sore.
Akibat kejadian itu kaca bus yang dinaiki Persik Kediri mengalami kerusakan di bagian depan samping sebelah kiri. Pecahan kaca juga sampai membuat Pelatih Persik Kediri Divaldo Alves dan asistennya terluka, pecahan kaca juga terlihat berantakan di dalam bus Kwansan Trans berwarna oranye, yang digunakan juga sebagai barang bukti oleh kepolisian.
Polisi sendiri menerima laporan dari manajemen Arema FC dan Presidium Aremania, pasca insiden pelemparan batu, pada Minggu malam (11/5/2025) di luar stadion.










