Mirip Nazi, Produser TV Israel Serukan Holocaust Gaza dengan Gas
Seorang produser televisi terkenal di Israel telah terang-terangan menyerukan Holocaust terhadap rakyat Palestina di Gaza dengan metode kamar gas.
Cara seperti itu mirip dengan Holocaust Yahudi Eropa oleh Nazi Jerman pimpinan Adolf Hitler di masa lalu.
Produser televisi bernama Elad Barashi itu membuat seruannya di X. "Selamat pagi, biarlah terjadi Shoa (Holocaust) di Gaza," tulis Barashi, seperti dikutip dari The New Arab, Selasa (6/5/2025).
Dalam postingan lainnya, dia menulis: "Saya tidak mengerti orang-orang di Negara Israel yang tidak ingin memenuhi Gaza dengan pancuran gas...atau gerbong kereta...dan menyelesaikan cerita ini! Biarlah terjadi Holocaust di Gaza."
"Siapa orang bodoh yang mengatakan ada 'orang tak bersalah' di Gaza? Siapa bandit tercela yang ingin membiarkan mereka melarikan diri ke negara-negara Arab atau Eropa dengan bebas?" imbuh dia.
Rentetan komentar berbahaya tersebut, yang awalnya ditulis dalam bahasa Ibrani pada bulan Februari dan beredar luas di internet, langsung dikecam oleh kelompok hak asasi manusia dan organisasi advokasi Palestina.
Mereka menggambarkan pernyataan tersebut sebagai genosida terang-terangan dan menunjukkan meningkatnya dehumanisasi dalam retorika seputar perang brutal Israel di Gaza.
Postingan Barashi tampaknya menganjurkan tindakan yang secara langsung merujuk pada metode yang digunakan selama genosida orang Yahudi Eropa oleh Nazi Jerman, termasuk penggunaan kamar gas dan kereta deportasi.
Seruan Barashi muncul tersebut di tengah krisis kemanusiaan yang memburuk di Gaza karena meningkatnya perang dan blokade Israel terhadap Gaza semakin memicu reaksi keras.
Pernyataan kontroversial tersebut dengan cepat menarik perhatian media internasional, menyoroti keseriusan bahasa Barashi.
Para kritikus telah meminta tanggapan resmi dari otoritas penyiaran Israel dan mempertanyakan kebungkaman jaringan utama yang terkait dengan produser tersebut.
Barashi sebagian besar berafiliasi dengan Channel 14, jaringan televisi sayap kanan yang secara luas dianggap sebagai platform favorit Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk wawancara dan pengiriman pesan.
Belum ada permintaan maaf atau pernyataan publik dari Barashi hingga saat ini, dan akun X-nya tetap aktif.
Namun, seruan untuk mengeluarkannya dari penyiaran publik Israel dan tindakan hukum berdasarkan undang-undang hasutan Israel semakin meningkat.
Sementara itu, pengguna media sosial—termasuk beberapa dari Israel—telah mengecam komentar tersebut sebagai noda pada moral negara tersebut dan penghinaan terhadap memori historis Holocaust itu sendiri.

