Riwayat Pendidikan Gibran, Ternyata Pernah Belajar di Prancis hingga Punya Banyak Pencapaian

Riwayat Pendidikan Gibran, Ternyata Pernah Belajar di Prancis hingga Punya Banyak Pencapaian

Gaya Hidup | sindonews | Senin, 5 Mei 2025 - 17:22
share

Riwayat pendidikan Kahlil Gibran menarik diulas. Pada statusnya, ia dikenal luas sebagai sosok penyair dan penulis ternama asal Lebanon.

Gibran lahir pada 6 Januari 1883 dari keluarga Kristen Maronit di Bsharri, Lebanon. Sejak kecil, ia menjadi anak laki-laki yang pendiam dan sensitif, tetapi juga menunjukkan bakat seni serta kecintaan terhadap alam yang menjadi bukti dalam karya-karyanya di kemudian hari.

Terlepas dari hasil karyanya yang mendunia, sebagian mungkin masih penasaran dengan latar belakang Gibran, termasuk soal riwayat pendidikannya. Untuk itu, simak ulasannya berikut.

Riwayat Pendidikan Gibran

Pendidikan awal yang dijalani Kahlil Gibran bersifat sporadis. Namun, di usia itu, ia juga diketahui telah menerima pelajaran informal dari beberapa orang terdekatnya.

Melansir Biography, Gibran menunjukan bakat di bidang artistik setelah mengenyam pendidikan formal pertamanya. Ia kemudian sempat diarahkan ke fotografer dan penerbit Fred Holland Day yang berkontribusi mengembangkan bakatnya, sekaligus memperkenalkannya ke komunitas seni yang lebih luas.

Beranjak usia 15 tahun, Gibran yang sebelumnya pindah ke Boston kembali ke negara asalnya, Lebanon. Di sana, ia melanjutkan pendidikan di sekolah Maronit di Beirut.

Sekembalinya dari AS, Gibran mulai menunjukkan minat pada puisi. Ia bahkan sempat mendirikan majalah pelajar sebelum akhirnya terbang lagi ke Boston pada 1901.

Setelah itu, Gibran terus menekuni dunia senin. Sambil menikmati pameran gambar-gambarnya di studio Day, ia mulai menulis kolom mingguan untuk surat kabar berbahasa Arab al-Mohajer.

Beberapa waktu berlalu, Gibran memiliki kenalan bernama Mary Haskell, seorang kepala sekolah progresif yang menjadi dermawan dan kolaborator karya sastranya. Ia lalu membiayai pendaftaran Gibran di Académie Julian di Paris.

Mengutip laman NC State University Libraries, Gibran akhirnya berkesempatan belajar di Academie Julian, sebuah sekolah seni ternama di Paris, Prancis. Di sana, ia banyak belajar dari bimbingan seniman seperti Pierre Marcel-Beronneau.

Selama di Paris, Gibran mulai mengembangkan gaya seni yang menggabungkan simbolisme dan romantisme yang kemudian terlihat dalam ilustrasi karya-karyanya. Di sana pula, ia bertemu dengan para pemikir politik Suriah yang memperkenalkannya pada ide-ide pemberontakan melawan kekuasaan Ottoman yang kala itu berkuasa.

Pada 1911, Gibran pindah ke New York City. Setelah memantapkan dirinya di kalangan seni New York, ia menerbitkan novella al-Ajniha al-mutakassira (Sayap Patah).

Setelah itu, Gibran juga mulai menggelar pameran lukisan dan menerbitkan karya tulis lain. Puncaknya, ia menerbitkan karya yang paling terkenal, The Prophet, pada tahun 1923.

Demikianlah ulasan mengenai riwayat pendidikan Kahlil Gibran yang pernah mengenyam pendidikan di Prancis hingga punya banyak pencapaian.

Topik Menarik