Raja Charles III Curhat Beratnya Perjuangan Melawan Kanker
Raja Charles III secara terbuka mengungkapkan betapa berat perjuangannya melawan kanker yang tengah ia jalani. Dalam sebuah pernyataan yang menyentuh hati, ia menggambarkan pengalamannya sebagai sesuatu yang menakutkan dan penuh tantangan emosional.
Sudah lebih dari satu tahun Raja Charles III menjalani pengobatan kanker rutin setiap minggu sejak diagnosisnya diumumkan ke publik. Meski harus bergulat dengan kondisi kesehatannya, ia tetap berkomitmen menjalankan tugas-tugas kerajaan yang menjadi bagian dari tanggung jawabnya sebagai kepala negara.
Dalam sebuah acara khusus di London bersama Ratu Camilla, Charles menyampaikan penghargaan mendalam kepada para tenaga kesehatan dan relawan yang berjasa dalam memberikan dukungan kepada ratusan ribu pasien kanker setiap tahunnya di Inggris.
Dilansir dari Marca, Minggu (4/5/2025), acara ini juga menjadi bentuk apresiasi kepada mereka yang berada di garis depan dalam merawat lebih dari 1.000 pasien baru setiap hari.
Foto/NewsweekDalam kata sambutannya yang disampaikan melalui program resmi acara, ayah Pangeran Harry dan Pangeran William tersebut berbagi refleksi pribadi atas perjuangannya melawan penyakit tersebut.
“Setiap kali seseorang menerima diagnosis kanker, itu akan menjadi momen yang sangat menggetarkan dan kerap kali menakutkan, tidak hanya bagi penderita, tetapi juga bagi orang-orang terdekat mereka,” kata Charles.
“Sebagai salah satu dari mereka yang mengalami hal ini, saya bisa mengatakan bahwa pengalaman itu juga memberi sudut pandang baru akan sisi terbaik dari kemanusiaan,” tambahnya.
Ia memuji dedikasi luar biasa para peneliti, dokter, perawat, dan relawan yang tanpa henti bekerja untuk menemukan terapi dan harapan baru bagi para pasien.
Pada kesempatan yang sama, mantan suami mendiang Putri Diana ini juga menyoroti peran para penggalang dana dan organisasi sosial yang menopang perjuangan ini dengan ketulusan.
“Di saat-saat tergelap akibat penyakit, cahaya dari belas kasih manusia bisa menjadi penuntun,” tutur Charles dengan penuh haru.
Meski tengah menjalani pengobatan yang tak ringan, yang bahkan sempat membuatnya harus dirawat di rumah sakit dan membatalkan beberapa agenda, Charles tetap menunjukkan semangat yang tinggi untuk terus bekerja.
Bahkan, ia masih sempat menjalankan kunjungan kenegaraan ke Italia. Namun, padatnya jadwal kerja membuatnya belum sempat bertemu dengan putra bungsunya, Harry, yang saat itu juga berada di Eropa.
Camilla, yang juga hadir dalam acara penghargaan tersebut, menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi kesehatan suaminya. Ia berharap sang raja bisa mengurangi beban tugasnya demi kepulihan.
“Dia sangat mencintai pekerjaannya, itu yang membuatnya terus semangat. Tapi ketika seseorang sedang dalam masa penyembuhan, kadang kita perlu waktu untuk benar-benar istirahat. Sayangnya, dia justru ingin melakukan lebih banyak lagi,” ucap Camilla.
Kekhawatiran yang sama juga datang dari para staf istana. Seorang pejabat senior bahkan menyebut bahwa mereka telah berulang kali menyarankan agar raja beristirahat lebih banyak, namun tak mudah karena semangat pengabdian Charles begitu kuat.
“Semua sudah mencoba menyampaikan hal ini, tapi seperti yang bisa dilihat semua orang, raja benar-benar mencintai pekerjaannya,” tutur staf.










