7 Gejala Stroke yang Bisa Terlihat dari Kaki, Waspadai Kesemutan
Beberapa gejala stroke bisa terlihat dari kaki dan penting untuk diwaspadai. Stroke adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika suplai darah ke otak terganggu, baik akibat sumbatan (stroke iskemik) maupun pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).
Stroke dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan bahkan berujung pada kematian jika tidak segera ditangani. Meskipun gejala stroke paling umum sering dikenali melalui wajah atau tangan, ternyata tanda-tanda stroke juga bisa terlihat dari kaki.
Mengenali gejala awal stroke pada kaki bisa membantu deteksi dini dan meningkatkan peluang pemulihan. Bagi wanita dan pria, khususnya mereka yang memiliki faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, atau riwayat keluarga dengan stroke, penting untuk memperhatikan perubahan apa pun pada tubuh, termasuk kaki sebagai potensi tanda bahaya.
Berikut adalah tujuh gejala stroke yang bisa dikenali melalui perubahan atau keluhan di kaki dilansir dari Times of India, Kamis (1/5/2025).
7 Gejala Stroke yang Bisa Terlihat dari Kaki
1. Kelemahan Tiba-tiba di Salah Satu Kaki
Salah satu tanda paling umum dari stroke adalah kelemahan atau kelumpuhan mendadak pada satu sisi tubuh, termasuk kaki. Penderita bisa merasakan kakinya lemas secara tiba-tiba dan tidak sanggup menopang tubuh, yang membuat berjalan atau berdiri menjadi sulit.Gejala ini biasanya terjadi di sisi tubuh yang berlawanan dengan sisi otak yang terdampak stroke. Misalnya, jika stroke menyerang sisi kanan otak, maka kelemahan akan terjadi di kaki kiri.
2. Kehilangan Koordinasi atau Keseimbangan
Stroke dapat memengaruhi area otak yang mengatur koordinasi dan keseimbangan tubuh. Akibatnya, penderita mungkin mengalami kesulitan menjaga keseimbangan saat berjalan atau berdiri, bahkan bisa tiba-tiba terjatuh tanpa sebab yang jelas.Gangguan ini sering disertai dengan vertigo ringan, rasa limbung, atau sensasi seperti “berjalan di atas kapal”.
3. Mati Rasa atau Kesemutan di Kaki
Sensasi mati rasa atau kebas di satu kaki yang muncul mendadak bisa menjadi sinyal awal stroke. Kondisi ini terjadi karena aliran darah ke bagian otak yang mengatur sensorik kaki terganggu.Kesemutan juga bisa menyebar dari kaki ke paha atau bahkan ke lengan dan wajah jika stroke meluas. Jangan abaikan rasa baal yang datang tiba-tiba, terutama jika hanya terjadi di satu sisi tubuh.
4. Sulit Menggerakkan Jari-jari Kaki
Stroke dapat menyebabkan kelumpuhan otot-otot kecil di kaki, termasuk jari-jari kaki. Penderita mungkin menyadari bahwa mereka sulit menggerakkan atau menggoyangkan jari-jari kaki seperti biasa.Kesulitan ini seringkali luput dari perhatian karena dianggap sepele, padahal merupakan tanda serius yang patut dicurigai sebagai bagian dari serangan stroke.
5. Perubahan Cara Berjalan
Stroke yang memengaruhi otot-otot kaki bisa menyebabkan perubahan gaya berjalan. Beberapa penderita terlihat menyeret satu kaki, berjalan pincang, atau hanya mampu menggunakan satu sisi tubuh untuk melangkah.Dalam dunia medis, ini disebut hemiparetic gait, yakni gaya berjalan tidak normal akibat kelemahan otot pada satu sisi tubuh.
6. Nyeri Kaki yang Tidak Biasa dan Mendadak
Meski bukan gejala utama stroke, beberapa penderita melaporkan munculnya nyeri mendadak di kaki. Ini dapat terjadi karena gangguan pada sistem saraf pusat yang memengaruhi persepsi nyeri.Nyeri bisa terasa seperti ditusuk-tusuk, sensasi terbakar, atau rasa tidak nyaman mendalam yang tidak bisa dijelaskan secara fisik (tanpa cedera atau luka).
7. Spastisitas atau Kekakuan Otot Kaki
Setelah serangan stroke, beberapa orang mengalami spastisitas yakni peningkatan tonus otot atau kekakuan, terutama pada kaki. Kaki mungkin terasa tegang, sulit diluruskan, atau justru terasa seperti menegang sendiri.Kondisi ini muncul karena otak tidak lagi dapat mengontrol otot-otot secara normal, sehingga tubuh mengalami gangguan sinyal motorik.










