Gal Gadot Terkejut Dibenci Gegara Dukung Israel: Saya Harus Angkat Bicara!

Gal Gadot Terkejut Dibenci Gegara Dukung Israel: Saya Harus Angkat Bicara!

Gaya Hidup | sindonews | Kamis, 20 Maret 2025 - 11:00
share

Gal Gadot mengaku terkejut dengan banyaknya kebencian yang diterimanya setelah menyuarakan dukungannya terhadap Israel yang merupakan tanah kelahirannya. Ia merasa bahwa banyak orang yang mengklaim mengetahui konflik Palestina dan Israel, meski sebenarnya tidak memahami sepenuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Gal Gadot menyoroti bagaimana media sering kali tidak adil dalam pemberitaannya. Sehingga ia merasa perlu untuk angkat bicara, terutama setelah peristiwa penyerangan 7 Oktober 2023 yang menurutnya menjadi titik balik dalam keputusannya untuk bersuara.

"Saya terkejut dengan besarnya kebencian, dengan banyaknya orang yang mengira mereka tahu padahal sebenarnya mereka tidak tahu, dan juga dengan bagaimana media sering kali tidak adil," kata Gadot.

"Jadi saya harus angkat bicara," sambungnya dilansir dari New York Post, Kamis (20/3/2025).

Foto/New York Post

Setelah penyerangan pada 7 Oktober 2023, bintang film Snow White itu melalui unggahan di Instagram pribadinya secara lantang menyatakan dukungan kepada Israel. Ia secara terbuka mengajak dunia untuk tidak tinggal diam atas aksi teror yang terjadi.

"Saya mendukung Israel, dan Anda juga harus mendukungnya. Dunia tidak bisa tinggal diam ketika aksi teror yang mengerikan ini terjadi!" ungkap Gadot melalui Instagram pada 7 Oktober 2023.

Sementara itu, dalam wawancara eksklusif dengan Variety sebelum peresmian bintang Walk of Fame yang digeruduk oleh demonstran pendukung Palestina, artis kelahiran Petah Tikva, Israel itu mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya tidak ingin berbicara mengenai politik.

Pasalnya, sebagai seorang seniman, ia hanya ingin menghibur dan memberikan harapan kepada banyak orang. Namun, ia tidak bisa tinggal diam setelah melihat kekejaman yang terjadi. Terutama terhadap warga Israel, termasuk pria, wanita, anak-anak, serta para penyintas Holocaust yang menjadi korban dalam tragedi tersebut.

Foto/New York Post

"Setelah 7 Oktober 2023, saya tidak akan membicarakan politik karena siapa yang peduli dengan selebritas yang membicarakan politik? Saya seorang seniman. Saya ingin menghibur orang. Saya ingin membawa harapan dan menjadi mercusuar cahaya setiap kali saya mengatakan sesuatu tentang dunia," tuturnya.

“Namun pada tanggal 7 Oktober, ketika orang-orang diculik dari rumah mereka, dari tempat tidur mereka, pria, wanita, anak-anak, orang tua, korban Holocaust, mengalami kengerian atas apa yang terjadi hari itu, saya tidak bisa tinggal diam," sambungnya.

Pernyataan-pernyataannya yang mendukung Israel semakin menuai kecaman ketika ia terus memperjuangkan hak para sandera dengan perspektif yang berbeda dari lawan mainnya di Snow White, Rachel Zegler. Pemeran Snow White itu vokal dalam mendukung Palestina.

Sementara itu, peresmian Walk of Fame yang seharusnya menjadi perayaan bagi kariernya justru berubah menjadi ajang protes. Di mana para demonstran pendukung Palestina membawa poster bertuliskan "Pahlawan Berjuang Seperti Orang Palestina," "Viva Viva Palestina," serta slogan lain yang mengkritik Israel.

Mereka juga meneriakkan seruan seperti “Bangkit, bangkit, bebaskan, hancurkan pendudukan” dan “Tak ada uang lima sen pun, tak ada uang lagi, tak ada lagi uang untuk kejahatan Israel,” yang semakin mempertegas penolakan terhadap posisi politik Gadot. Akhirnya polisi turun tangan untuk mengamankan lokasi, membubarkan bentrokan antara kubu pendukung Palestina dan Israel, serta menahan beberapa pengunjuk rasa.

Topik Menarik