Arya Saloka Ungkap Tantangan Berkuda di Bromo untuk Film Terbaru
Film Empat Musim Pertiwi ternyata membawa Arya Saloka ke sejumlah pengalaman baru. Bukan hanya mendapat karakter Bisma yang mengharuskannya tampil dengan gaya berbeda, Arya juga untuk pertama kalinya mengunjungi Bromo sekaligus belajar berkuda.
Arya mengaku jika bukan karena film tersebut, kemungkinan dirinya belum akan mengunjungi kawasan Bromo dalam hidupnya.
“Kalau berkuda di Bromo, iya, itu pertama kali saya kalau nggak ada ‘Empat Musim Pertiwi’, saya mungkin belum pernah ke Bromo,” ujar Arya Saloka saat ditemui usai rilis trailer film Empat Musim Pertiwi, Selasa (8/9/2026).
Awalnya, Arya justru tidak terlalu bersemangat ketika hendak berangkat ke Bromo. Salah satu alasannya karena ia memiliki alergi terhadap udara dingin.
Baca Juga : Sena dan Davina Berdansa Romantis di Mahakarya RCTI 37, Bikin Penonton BaperNamun, perasaan itu berubah setelah Arya tiba di lokasi. Ia langsung terpukau melihat lanskap Bromo yang menjadi bagian dari latar film.
Oky Pratama Kecewa Heni Sagara Mangkir Panggilan Polisi, Ngaku Sakit Tapi Malah ke Luar Negeri?
“Saya memang punya alergi khususnya dingin. Kadang itu sesuatu yang dingin tuh kayak, ‘Aduh, tempat dingin lagi’,” tuturnya.
“Pas sampai set-nya tuh yang ‘Wah… ini sih keren set-nya’. Bener-bener yang kayak baru pertama, terus di padang savananya juga, terus di padang pasirnya juga,” tambahnya.
Arya bahkan mengaku langsung membayangkan hasil visual yang akan muncul dalam film ketika melihat lanskap tersebut.
Selain pemandangan Bromo, pengalaman lain yang tak kalah berkesan bagi Arya adalah berkuda. Untuk kebutuhan karakter Bisma, ia memang harus terlihat luwes menunggangi kuda karena dalam cerita karakter tersebut sudah terbiasa berkuda sejak kecil.Padahal, pengalaman Arya dengan kuda sebelum syuting masih sangat terbatas.
“Kita waktu cuma lima enam kali waktu itu berkuda, dan kudanya berbeda,” jelasnya.
Baca Juga : Arya Saloka dan Asha Assuncao Terharu, Sinetron 'Terikat Janji' Disambut Antusias Penonton
Arya juga sempat mengaku kesulitan beradaptasi dengan kuda yang ada di Bromo yang berbeda karakter dengan kuda yang ia pelajari selama workshop. Di mana saat workshop mereka menggunakan kuda Australia, sedangkan di Bromo mereka menggunakan kuda Sumba yang ukurannya lebih kecil.
“Kuda yang kami pakai di sini tuh kuda Australia, di sana tuh kuda Sumba jadi memang lebih kecil dan memang bener-bener harus adaptasi lagi,” katanya.
Arya bahkan sempat mendapatkan kuda yang cukup liar sehingga tim akhirnya mencarikan kuda yang lebih tenang. Bagi Arya, pengalaman tersebut akhirnya menjadi salah satu bagian paling menyenangkan selama proses persiapan film.
“Ya ada sedikit cerita awal-awal dapat kudanya agak sedikit liar. Tapi dapat gitu, seru lah, seru seru seru,” pungkasnya.


