Usai Tur Dunia, Iskandar Widjaja Gandeng Niu Niu Gelar Konser di Indonesia

Usai Tur Dunia, Iskandar Widjaja Gandeng Niu Niu Gelar Konser di Indonesia

Seleb | okezone | Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:31
share

JAKARTA – Ada banyak panggung yang dapat disinggahi seorang musisi. Ada banyak kota yang dapat memberinya tepuk tangan. Namun hanya sedikit tempat yang mampu memberinya perasaan pulang. Perasaan itulah yang selalu dirasakan pemain biola internasional Iskandar Widjaja setiap kali kembali ke Indonesia. 

Setelah mengawali tahun 2026 dengan konser solo di Berlin Philharmonic Hall, melanjutkan perjalanan artistiknya ke berbagai kota di Jerman, Turki, Amerika Serikat, Italia, Inggris, hingga Latvia, Iskandar kembali ke Indonesia untuk menggelar rangkaian konser di Jakarta, Bali dan Surabaya, bersama pianis muda bertaraf internasional Niu Niu. 

Bagi Iskandar, kepulangan ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar jadwal tur. "Indonesia adalah negeri yang selalu dekat di hati saya. Setiap kali pesawat mendarat di Jakarta, selalu ada perasaan seperti pulang ke rumah. Di balik hiruk-pikuknya yang dinamis, kota ini selalu terasa akrab bagi saya, terlebih setelah perjalanan panjang melintasi berbagai negara," katanya. 

Perjalanan itu bukan hanya membawanya dari satu panggung ke panggung lain, tetapi juga mempertemukannya kembali dengan akar emosional yang selalu ia bawa ke mana pun ia pergi. 

"Setiap kali kembali ke Indonesia, saya merasakan kedalaman emosi yang berbeda saat memainkan musik. Pada akhirnya, hati adalah kompas kehidupan yang selalu menuntun kita ke tempat yang paling selaras dengan jati diri kita. Dan bagi saya, Indonesia selalu menghadirkan perasaan itu," imbuhnya. 

Konser di Gedung Kesenian Jakarta pada 28 Agustus 2026 juga memiliki makna yang sangat personal. Bukan hanya karena menjadi bagian dari rangkaian konser dunianya, tetapi juga karena mempertemukannya kembali dengan seorang sahabat lama. 

"Saya bertemu Niu Niu ketika kami masih remaja di sebuah festival musik di Jerman. Sejak saat itu kami langsung merasa cocok sebagai sesama musisi. Ia adalah pianis luar biasa dari Hong Kong yang tetap hangat, rendah hati, dan menyenangkan untuk berkarya bersama," ujar. 

Melalui konser ini, keduanya menghadirkan perjalanan musikal yang melintasi berbagai zaman dan budaya, mulai dari Corelli, Chopin, Poulenc, Wieniawski, interpretasi baru atas Ode to Joy karya Beethoven, komposisi orisinal Iskandar Widjaja, karya-karya Ryuichi Sakamoto, medley animasi Jepang, hingga musik populer yang telah menjadi bagian dari ingatan banyak generasi. Bagi Iskandar, repertoar itu bukan sekadar daftar karya. Masing-masing menyimpan cerita. 

"Banyak karya yang kami bawakan adalah musik yang menemani masa kecil saya. Memainkannya kembali seperti membuka album kenangan yang penuh kehangatan dan ketulusan," katanya.

Tahun ini juga menjadi penanda perjalanan hidup yang baru. "Saya baru saja menginjak usia 40 tahun. Karena itu, konser ini bukan hanya menjadi perayaan perjalanan yang telah saya tempuh, tetapi juga pembuka babak baru dalam kehidupan dan perjalanan artistik saya. Saya tidak sabar untuk membagikan momen itu bersama publik Indonesia," jelasnya. 

Konser ini bukan hanya mengundang para pencinta musik klasik. Ia mengundang generasi muda, keluarga, sahabat, dan siapa saja yang ingin menikmati sebuah pengalaman budaya yang memperkaya rasa dan memperluas wawasan. Karena ada malam-malam yang berlalu begitu saja. 

Namun ada pula malam yang tinggal di dalam ingatan. Bukan semata karena musiknya. Melainkan karena pada malam itu kita merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar: persahabatan, kebersamaan, dan kecintaan pada keindahan. 

Topik Menarik