Dituntut Minta Maaf oleh FPI Terkait Materi Mens Rea, Pandji: Mungkin Dialog Dulu

Dituntut Minta Maaf oleh FPI Terkait Materi Mens Rea, Pandji: Mungkin Dialog Dulu

Seleb | okezone | Senin, 2 Februari 2026 - 19:56
share

JAKARTA - Komika Pandji Pragiwaksono menanggapi tuntutan permohonan maaf dari Front Persaudaraan Islam (FPI) terkait materi stand up comedy bertajuk 'Mens Rea'. Ia berharap, dikedepankan proses dialog mengenai hal tersebut. 

"Nah itu saya juga kurang paham apa yang harus di minta maaf atas kesalahan apa yang diminta maafkan yang mana gitu," kata Pandji di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (2/2/2026). 

Menurut Pandji, seharusnya ada proses dialog atau tatap muka terlebih dahulu mengenai hal tersebut. Sehingga, kata Pandji, semua pihak akan mengerti maksud dari materi mens rea tersebut. 

"Wajarnya mungkin terjadi dialog dahulu, mungkin ada ngobrol ada kejelasan ketemu dahulu, klarifikasi. Proses ini kan belum jalan, kalau misalnya berjalan saya bisa jelaskan. Sehingga duduk perkara bisa lebih jelas," ujar Pandji. 

Diketahui, pelapor kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Komika Panji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya, Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin menyebut, laporan yang dibuatnya itu sejatinya berdasarkan edaran dari Front Persaudaraan Islam. Bahkan, FPI juga sempat meminta agar Pandji menyampaikan maafnya.

"Karena memang sebelumnya saya jelaskan saya membaca edaran dari Front Persaudaraan Islam (FPI), itu sudah memberikan toleransi kepada Pandji untuk selama 2x24 jam untuk mengklarifikasi dan meminta maaf kepada umat Islam karena persoalan ini gaduh," ujarnya dalam program Rakyat Bersuara di Youtube Official iNews bertema Mens Rea Panji, Lawakan atau Penghinaan? pada Selasa, 27 Januari 2026. 

Sebelumnya, Polisi masih menyelidiki laporan terhadap Pandji Pragiwaksono terkait Mens Rea. Sejauh ini, Polda Metro Jaya telah menerima 6 laporan terhadap Pandji tersebut.

“Lebih kurang 6 laporan (masuk),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Rabu, 28 Januari 2026. 
 

Topik Menarik