Buat Konten dengan AI, Aurelie Moeremans Jelaskan Masa Lalunya soal Pembatalan Pernikahan
JAKARTA - Aktris Aurelie Moeremans kembali menjadi sorotan setelah mengunggah sebuah video di akun TikTok miliknya @aureliebigenho. Dalam video itu, ia membahas soal pernikahan, pembatalan nikah secara Katolik, hingga isu pencemaran nama baik.
Dalam video tersebut, Aurelie terlihat bertanya dengan kecerdasan buatan (AI) atau GPT untuk menjelaskan posisi pernikahannya menurut ajaran Gereja Katolik. Dalam percakapan itu, Aurelie menyinggung bahwa dalam ajaran Katolik tidak dikenal perceraian, melainkan annulment atau pembatalan pernikahan apabila sejak awal pernikahan tersebut dinilai tidak sah.
Ia kemudian menanyakan apa makna dari surat pembatalan nikah dan izin untuk menikah kembali yang telah dikeluarkan oleh Gereja. AI GPT dalam video tersebut menjelaskan bahwa jika gereja sudah mengeluarkan surat annulment sekaligus izin menikah kembali secara Katolik, maka pernikahan sebelumnya dianggap tidak pernah sah sejak awal.
"Kalau misalnya ada orang nih, pakai surat yang enggak berlaku itu untuk membuktikan bahwa dia pernah menikah dengan aku. Itu artinya apa?" tanya Aurelie.
"Itu artinya dia menggunakan informasi yang tidak sah dan menyesatkan. Kalau dia memakai surat yang sudah jelas tidak berlaku, itu bisa dianggap sebagai bentuk fitnah atau penyebaran klaim palsu. Intinya dia mencoba membuktikan sesuatu yang sebenarnya enggak pernah sah di mata gereja," jelas GPT.
Artinya, secara doktrin Gereja Katolik, pernikahan tersebut dianggap tidak pernah ada. Aurelie kemudian menegaskan kembali pemahamannya dengan menanyakan apakah hal itu berarti dirinya secara Katolik tidak pernah sah menikah, termasuk dokumen gereja yang pernah terbit sebelumnya.
AI GPT menjawab bahwa dengan adanya annulment, dokumen pernikahan sebelumnya dinyatakan tidak berlaku. Tak berhenti di situ, Aurelie juga menyinggung kemungkinan adanya pihak yang masih menggunakan surat yang sudah tidak berlaku tersebut untuk mengklaim bahwa dirinya pernah menikah.
Dalam video itu, AI GPT menyebut bahwa penggunaan dokumen yang tidak sah untuk menyebarkan klaim demikian dapat dikategorikan sebagai informasi menyesatkan dan berpotensi masuk ke ranah fitnah atau pencemaran nama baik. Dijelaskan pula apabila tindakan tersebut memenuhi unsur fitnah, maka secara hukum dapat dilaporkan, dengan ancaman pidana dengan hukuman beberapa tahun penjara.
Konten ini seakan menegaskan kisah pahit Aurelie yang baru-baru ini dibagikan melalui perilisan buku memoar. Dalam buku itu, Aurelie membahas perjalanan penyembuhan dari luka masa lalu.
Video tersebut juga dinilai sebagai bagian dari upaya Aurelie untuk meluruskan informasi mengenai masa lalunya, terutama terkait status pernikahan dan dampaknya terhadap nama baiknya. Sebelumnya, Aurelie membahas pengalaman personalnya, termasuk isu grooming yang pernah ia alami.




