Viral Manohara Mendadak Klarifikasi, Sampaikan Fakta Mengejutkan!

Viral Manohara Mendadak Klarifikasi, Sampaikan Fakta Mengejutkan!

Seleb | inews | Rabu, 7 Januari 2026 - 07:49
share

JAKARTA, iNews.id - Figur publik Manohara Odelia mendadak jadi sorotan publik usai menyampaikan surat terbuka di Instagram. Apa isi pesan tersebut?

Manohara ternyata meluapkan isi hatinya tentang bayang-bayang masa lalu yang kerap selalu menempel dalam dirinya. Padahal menurutnya, itu sesuatu yang tidak harus terjadi sekarang.

Karena itu, Manohara meminta kepada publik untuk berhenti menyangkut pautkan cerita masa lalunya dengan apa yang terjadi sekarang. Dia berharap permintaan ini dapat diterima publik.

"Selama bertahun-tahun, saya berulang kali disebut dalam artikel dan judul berita sebagai, 'Mantan istri...'. Saya menulis surat ini untuk dengan hormat mengklarifikasi bahwa deskripsi itu tidak akurat dan menyesatkan," kata Manohara, dikutip Rabu (7/1/2026).

Apa maksud di balik pernyataan itu?

Bagi Manohara, apa yang terjadi selama masa remaja dia bukanlah hubungan romantis, bukan hubungan atas persetujuan bersama, dan bukan pernikahan yang sah.

"Tidak pernah ada hubungan yang saya inginkan, setujui, atau jalani secara sukarela," tegasnya.

"Pada saat itu, saya masih di bawah umur dan berada dalam situasi paksaan dan kurangnya kebebasan. Artinya, saya tidak memiliki pilihan nyata atau kemampuan untuk memberikan persetujuan," tambahnya.

Dengan kata lain, sambung Manohara, penggunaan istilah 'mantan istri' menyiratkan hubungan dan pernikahan yang sah, sukarela, dan dewasa. Pada kenyataannya, bagi dia, implikasi itu salah.

"Ini membingkai ulang situasi paksaan sebagai hubungan yang sah dan mendistorsi realitas dari apa yang terjadi," ungkapnya.

Di kesempatan itu, Manohara juga meminta kepada beberapa pihak, termasuk media, untuk berhenti menggunakan label 'mantan istri' untuk dirinya.

"Saya meminta kepada media Indonesia, editor, penulis, maupun platform digital (termasuk Google dan Wikipedia) untuk berhenti menggunakan label ini ketika merujuk kepada saya," ungkapnya.

"Terus menerbitkan artikel dengan penggambaran yang salah ini bukan hanya tidak akurat, tapi juga merupakan jurnalisme yang tidak etis. Permintaan ini bukan tentang mengungkit masa lalu, ini tentang keakuratan, etika, dan penggunaan bahasa serta konteks yang bertanggung jawab. Penggunaan bahasa yang hati-hati itu penting, karena kata-kata memiliki konsekuensi," tambah Manohara.

Dia melanjutkan, "Para penyintas berhak agar kisah mereka diceritakan dengan jujur dan bermartabat."

Topik Menarik