Luna Maya dan Maxime Gelar Upacara Melukat Sebelum Akad, Pakai Kain Bergambar Almarhum Ayah dan Ibu
JAKARTA - Menjelang momen sakral pernikahan yang dinanti-nanti, pasangan selebriti Luna Maya dan Maxime Bouttier ternyata sempat melakukan sebuah ritual spiritual yang menyentuh hati.
Pada awal Mei 2025, keduanya menggelar upacara melukat, sebuah tradisi penyucian diri dalam budaya Bali, sebagai bentuk pembersihan lahir dan batin sebelum mengucap janji suci dalam akad nikah.
Upacara yang berlangsung khidmat ini digelar secara tertutup di sebuah pura suci di kawasan Ubud, Bali. Hanya keluarga dekat dan sahabat terpilih yang diundang dalam momen sakral tersebut.
Yang menjadi perhatian khusus dari upacara ini adalah kain khusus yang dikenakan oleh Luna dan Maxime.
Pasalnya, masing-masing tampak mengenakan kain menampilkan gambar almarhum ayah Luna Maya dan ibu Maxime Bouttier. Ini sebagai bentuk penghormatan dan simbol kehadiran spiritual orangtua mereka yang telah tiada.
Momen tersebut tampak diabadikan dalam sebuah video, dan banyak diunggah ulang di berbagai akun sosial media. Salah satunya di akun Instagram @rumpi_gosip.
Dalam video tersebut, tampak Luna Maya mengenakan kain putih bercorak klasik Bali dengan sentuhan modern, dan di bagian belakangnya terdapat lukisan wajah mendiang sang ayah, Uut Bambang Sugeng.
Sementara itu, Maxime mengenakan kamen berwarna senada yang di bagian pinggangnya terdapat gambar ibunda tercinta, almarhum Siti Purwanti. Keduanya tampak begitu khusyuk dan emosional sepanjang prosesi.
Melukat sendiri merupakan ritual penyucian dalam ajaran Hindu Bali yang dilakukan dengan air suci, doa, dan persembahan.
Ritual ini dipercaya dapat membersihkan jiwa dari energi negatif, menjernihkan pikiran, serta mempersiapkan diri menghadapi fase kehidupan baru yakni pernikahan. Salah seorang kerabat dekat yang hadir mengungkapkan bahwa upacara ini sangat menyentuh dan penuh makna.
“Luna Maya dan Maxime ingin membawa restu dari orangtua mereka yang sudah tiada. Mereka percaya bahwa kehadiran spiritual orangtua sangat penting di momen sebesar ini," ujar sumber tersebut.
Upacara melukat ini mencerminkan komitmen Luna dan Maxime terhadap nilai-nilai budaya dan spiritualitas yang mereka anut.
Meskipun keduanya berasal dari latar belakang yang berbeda, mereka berhasil menyatukan dua tradisi dalam harmoni, menciptakan jembatan antara warisan Bali dan akar keluarga masing-masing. Rangkaian prosesi menjelang pernikahan mereka tampaknya dirancang dengan penuh perhatian dan simbolisme.
Sebelumnya, Luna juga sempat menggelar acara bridal shower bersama para sahabat di Shanghai, Tiongkok.
Sementara akad nikah mereka sendiri dikabarkan akan digelar secara intim pada pertengahan Mei 2025 di Bali, dengan nuansa privat dan elegan.
Dengan digelarnya upacara melukat ini, Luna Maya dan Maxime Bouttier menunjukkan bahwa cinta bukan hanya tentang dua individu, tetapi juga tentang menghormati masa lalu, menyambut masa depan, dan merawat nilai-nilai yang membentuk identitas mereka.



