Review Film: 'It Lives Inside', Kisahkan Tentang Makhluk Gelap dari Mitologi Hindu & Buddha
It\'s spooky season! Oktober memang jadi waktu yang paling tepat untuk menonton film horor. Kali ini ada seorang sutaradara baru, Bishal Dutta, yang hadir dengan debut filmnya.
Mengikuti karakter Indian-American yang mengadopsi mitologi Hindu dan Buddha. Perdana ditayangkan di SXSW Film & TV Festival, berikut ulasan saya untuk It Lives Inside!
Sinopsis
https://www.youtube.com/watch?v=a5xUbuYHdi8
Samidha atau yang kerap disapa Sam adalah seorang remaja berkebudayaan India yang tinggal di Amerika Serikat bersama keluarganya. Seperti remaja pada umumnya, Sam mulai menginginkan kebebasan dan tidak punya banyak waktu untuk menghabiskan waktu bersama keluarganya.
Di sekolahnya, Sam kini berteman dengan seorang gadis Amerika dan dekat dengan teman lelaki sekelasnya, Russ. Meski begitu, semasa kecil Sam sendiri berteman dengan gadis India lain bernama Tamira. Sayangnya, kini keduanya sudah tidak dekat, karena Sam merasa Tamira semakin terlihat aneh. Penampilan Tamira seperti orang sangat kelelahan dan ia selalu membawa sebuah toples kemana-mana sambil ketakutan.

Hingga akhirnya, Tamira yang sudah tidak punya teman, mulai memberanikan diri untuk kembali bicara dengan Sam. Ia meminta bantuan dan memberitahu Sam bahwa ada semacam monster pemakan daging mentah, dikurung di dalam toples tersebut. Merasa bahwa Tamira berhalusinasi, Sam pun kesal hingga memecahkan toples tersebut.
Benar saja, makhluk tak kasat mata tersebut akhirnya terbebas dari kurungan, menarik, menyembunyikan, dan menyiksa Tamira di sebuah tempat persembunyian. Kini giliran Sam yang terus diganggu oleh makhluk tersebut. Sebelum menghilang, Tamira memberikan sebuah buku kepada Sam, berisi tulisan aksara India yang menjelaskan tentang makhluk tersebut.
Ia bersama Russ kemudian menghampiri rumah kosong milik pelajar India lainnya, Karan, yang beberapa waktu silam meninggal bersama keluarganya dalam dugaan pembunuhan dan bunuh diri. Ironisnya, di rumah tersebut Sam mendapati nyawa Russ menghilang dengan keji.
Tak tahu harus berbuat apa, dengan bantuan guru dan orang tuanya, Sam pun akhirnya mengetahui bahwa makhluk yang makin sering menghantuinya tersebut adalah Pishach . Setan pemakan daging dalam agama Dharma, yang muncul dalam mitologi Hindu dan Budha.
Pendapat saya

Apresiasi untuk sang sutradara, karena film It Lives Inside jadi film panjang pertamanya. Terlebih, film horor Hollywood yang mengangkat budaya India, sekaligus mitologi Hindu dan Buddha sepertinya belum terlalu banyak. Maka dari itu, latar belakang cerita yang diangkat di film ini cukup segar bagi saya.
Meski begitu, dengan premis yang menarik, eksekusinya belum maksimal. Kisahnya terasa lambat di bagian awal dan terburu-buru di bagian akhir. Risetnya pun menurut saya bisa dilakukan lebih mendalam lagi, terutama berkaitan dengan Pischach.
Jika menyukai film horor dengan banyak jumpscrae, maka kamu mungkin akan menyukai It Lives Inside. Wujud Pischach yang digambarkan di film ini pun cukup menakutkan dan membuat saya merinding.
Kemampuan adu peran para pemainnya juga patut diapresiasi. Mulai dari Megan Suri sebagai Sam, Neeru Bajwa sebagai Poorna, Mohana Krishnan sebagai Tamira, hingga Betty Gabriel sebagai Joyce.
Well, patut di nonton menjelang Halloween , It Lives Inside bisa segera kamu saksikan di seluruh bioskop XXI di Indonesia, ya!




