Calon Pendamping Ganjar Mengerucut Ke Tiga Tokoh Romahurmuziy Nama Calon Tak Asing Bagi Kami
Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengatakan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjalin komunikasi rutin dengan ulama dan para kiai untuk meminta restu tentang calon wakil presiden (Cawapres) pendamping Ganjar Pranowo.
Menurut Said, Megawati tidak punya kendala untuk berkomunikasi dengan para kiai, terutama para kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU).
Said menyebut, ada tiga nama yang dipertimbangkan Megawati sebagai bakal Cawapres, yakni Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menko Polhukam Mahfud MD dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno.
Siapa dari tiga nama tersebut yang dipilih, kata Said, akan diputuskan Megawati bersama para ketum parpol yang bekerja sama dengan PDIP, yakni PPP, Hanura dan Perindo.
Ketua Majelis Pertimbangan PPP Romahurmuziy mendengar, nama Khofifah dan Mahfud MD beredar sebagai bakal Cawapres pendamping Ganjar, setelah keduanya diterima secara terbatas pada kesempatan terpisah oleh Megawati.
Sebagai partai yang dilahirkan NU, menurut Romahurmuziy, PPP menghargai upaya memasangkan tokoh-tokoh masyarakat NU dengan Mas Ganjar, sebagai bagian dari ikhtiar memenangi Pilpres 2024.
PPP, lanjut Romahurmuziy, bersama PDIP dan anggota kerja sama politik lainnya, terus mencermati secara seksama proyeksi kontribusi suara dari pemasangan Ganjar dengan nama-nama bakal Cawapres.
Kami terus menyelami hati dan menyerap aspirasi rakyat mengenai Capres-Cawapres, sampai saatnya harus mengambil keputusan, ucapnya.
Sehingga, sambung dia, parpol sebagai lembaga reproduksi kepemimpinan nasional, mampu menyuguhkan pasangan pemimpin terbaik yang mampu membawa Indonesia menjadi bangsa hebat.
Untuk membahas daftar bakal Cawapres pendamping Ganjar yang semakin mengerucut ini, berikut wawancara dengan Romahurmuziy.
Apakah pimpinan PPP sudah bertemu dengan para bakal Cawapres pendamping Ganjar?
Pak Mahfud MD sudah bertemu Ketua Umum PPP, Pak Mardiono, beberapa waktu lalu. Namun, dalam pertemuan-pertemuan tersebut, tidak spesifik membicarakan pencawapresan.
Secara umum, bagaimana pandangan Anda mengenai Mahfud MD dan Khofifah?
Kami sangat memahami, Pak Mahfud dan Ibu Khofifah adalah tokoh-tokoh warga NU yang sudah lebih dua dekade beredar di panggung politik nasional, dikenal memiliki integritas, dan berpengalaman dalam sejumlah jabatan publik.
Secara khusus tentang Mahfud MD?
Pak Mahfud saat pertama kali menjadi Menteri Pertahanan tahun 1999, berangkat dari PPP, sebagaimana ditegaskan beliau dalam beberapa kali pertemuan, terakhir Sabtu, 30 September 2023.
Bagaimana dengan Khofifah?
Khofifah bukan tokoh asing bagi PPP. Beliau memiliki rekam jejak sebagai Jubir PPP, saat menjadi anggota Fraksi PPP dalam Sidang Umum MPR tahun 1997, yang menggemakan asas Pemilu Jurdil untuk pertama kalinya saat Orde Baru.
Bahkan, PPP menjadi satu-satunya partai parlemen yang mengusung Khofifah sebagai Cagub Jawa Timur (Jatim) 2008. Saat itu, saya bertindak selaku Ketua Tim Pemenangan Khofifah yang terdaftar di KPUD Jatim. Pengusungan PPP ini berulang dalam Pilkada Jatim 2018, saat saya menjadi Ketua Umum, yang mengantarkan Khofifah menjadi Gubernur Jatim saat ini.
Namun, sesuai amanat Rapimnas PPP 17-18 Juni 2023, saat ini kami masih dalam posisi mendorong Sandiaga Uno, sebagai tokoh nasional yang memiliki seluruh komponen obyektif yang dibutuhkan Ganjar.
Apa kelebihan Sandiaga Uno?
Sandi adalah juga pemegang Kartu NU yang diserahkan Kiai Said Aqil, menyeimbangkan geografi Jawa-luar Jawa, dan memiliki latar belakang ekonomi yang akan menggenapkan Ganjar.
Sandiaga juga satu-satunya nama bakal Cawapres yang pernah ada di kartu suara, sehingga popularitasnya merata secara nasional dan elektabilitasnya tertinggi sebagai Cawapres.
Basis Sandi yang spesifik di kalangan milenial dan emak-emak, juga menggenapi Ganjar yang unggul di kalangan Gen-X danBaby Boomers. NNM








