Dituding Lecehkan Teks Proklamasi, Syakir Daulay Kena Somasi
Syakir Daulay disomasi oleh Alumni Mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) bersama pengurus Advokat Perkumpulan Pengacara islam dan Penasehat hukum islam Indonesia (PPIPHI) terkait film Imam Tanpa Makmum.
Dalam film Imam Tanpa Makmum, Syakir untuk pertama kalinya bertindak sebagai pemain, sutradara, sekaligus produser.
Film Imam Tanpa Makmum bercerita tentang menikah muda dari sudut pandang Syakir Daulay. Ia ingin agar anak-anak muda memahami jika menikah muda itu tak semudah yang mereka bayangkan.
Namun di sisi lain, film Imam Tanpa Makmum dianggap sebagai pelecehan terhadap Teks Proklamasi. Karena syakir dituding memparodikan proklamasi yang dibacakan Presiden pertama RI Soekarno.
Lewat akun Instagram pribadinya, Syakir meniru tampilan Soekarno kala membacakan teks proklamasi, lengkap dengan peci hitam, memegang selembar kertas, dan berbicara di depan mikrofon.
Novel Laut Bercerita Bakal Diadaptasi Jadi Film, Reza Rahardian hingga Dian Sastro Mengambil Peran
"Teks Proklamasi jangan dijadikan komersialiasi dan melecehkan karena teks Proklamasi sangat sakral bagi bangsa dan rakyat Indonesia," ujar Moh. Sofyan Ketua Jaringan Alumni Mahasiswa UBK dalam siaran pers yang diterima wartawan, Selasa (29/8).
Dalam siaran pers tersebut, Syakir Daulay juga diingatkan untuk segera meminta maaf dan jika tidak ada itikad baik, maka Jaringan Alumni mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) akan menempuh jalur hukum.
"Kami meminta saudara Syakir Daulay untuk meminta maaf secara terbuka kepada keturunan para pendiri bangsa ini serta rakyat Indonesia atas penayangan film dengan adegan teks Proklamasi serta menayangkan logo simbol negara," terang Sofyan.
"Apabila Syakir Daulay mengabaikan somasi terbuka kami, kami akan melakukan langkah-langkah Hukum, serta tindakan hukum secara perdata maupun pidana," tutup Moh Sofyan.





