Bos GAPKI Pastikan El Nino Tak Guncang Produksi Sawit Tahun Ini
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono memastikan, produksi kelapa sawit dan pasokan minyak sawit tahun ini tidak banyak terpengaruhancaman kemarau ekstrem, akibat fenomena cuaca El Nino.
Eddy mengatakan, sejak jauh hari, GAPKI sudah melakukan sosialisasi bagi anggota yang merupakan pengusaha perkebunan sawit, untuk melaksanakan tindakan preventif. Demi meminimalkan dampak El Nino.
Sebelum terjadi El Nino, sejak tahun lalu, kita sudah minta anggota lakukan perawatan tanah dengan melakukan pemupukan jauh-jauh hari. Sehingga, produksi di musim kemarau tidak terjun bebas, kata Eddy, saat membuka Workshop Wartawan GAPKI di Hotel Green Forest, Lembang, Jawa Barat, Rabu (23/8/2023).
Eddy menjelaskan, tahun ini,produksi kelapa sawit memang mengalami sedikit penurunan. Namun angkanya,diprediksi masih di bawah 10 persen.
Artinya, kondisi masihaman. Dengan catatan tidak terjadi kebakaran.
Kalau sampai kebakaran, penurunan produksi bisa lebih tinggi, ujar Eddy.
10 Tahun Perankan Karakter Risa di Film Danur, Prilly Latuconsina Merasa Punya Dua Jati Diri
Kebakaran bisa terjadi karena adanya pembakaran lahan di sekitar kebun, yangmerambat ke seluruh permukaan kebun kelapa sawit.
Modifikasi Cuaca
Untuk mencegah kebakaran saat kemarau, GAPKI telah mengambil sejumlah antisipasi. Salah satunya,bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), untuk memodifikasi cuaca.
Modifikasi cuaca dengan hujan buatan,sudah kita lakukan untuk mengantisipasi kebakaran, sekaligus menjaga produksi sawit tetap ideal, jelasEddy.
Kemarau ekstrem dapat mempengaruhi produksi sawit di tahun depan, karena akan menghambat pematangan buah.
Namun untuk tahun ini, produksi tidak banyak terpengaruh, karena proses pematangan buah sudah berlangsung sejak akhir 2022.






