Heboh Kasus Dugaan Pelecehan yang Dilakukan Johnny Kitagawa, Pamor Agency Menurun
JAKARTA, celebrities.id - Johnny & Associates, salah satu agensi entertainment terbesar di Jepang, sedang dalam proses pemutusan pengubahan nama setelah tersandung kasus skandal pelecehan seksual yang diduga menyeret pendiri agensi tersebut.
Pengungkapan muncul pada 2021 ketika Koki Maeda, mantan anggota Johnny\'s Jr mengaku bahwa pendiri agensi Johnny Kitagawa, semasa hidupnya, telah menjadikan trainee laki-laki sebagai sasaran pelecehan dan eksploitasi seksual, menggunakan debut mereka sebagai senjatanya.
Kabar tersebut sudah lama beredar, namun baru terungkap di kalangan media baru-baru ini ketika Johnny Kitagawa sudah meninggal pada tahun 2019 lalu.
Semakin menjadi topik hangat hingga diliput media internasional, Johnny & Associates tidak bisa lagi mengabaikannya, berdasarkan CEO agensi, Fujishima Juri Keiko meminta maaf atas tuduhan eksploitasi seksual yang terjadi.
Namun, permintaan maaf disebut tidak cukup karena hanya menawarkan pengakuan (tidak sungguh-sungguh). "Kami minta maaf, tetapi kami tidak tahu," kata Fujishima.
Dilaporkan Inara Rusli terkait Illegal Access, Wardatina Mawa Pilih Fokus Bantu Korban Banjir
Di bawah kepemimpinan Johnny Kitagawa, Johnny & Associates memiliki tingkat pengaruh yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap industri hiburan Jepang. Ada yang mengatakan seperti, "Jika Johnny berhenti, sistem penyiaran Jepang akan berhenti."
Pendapat itu menunjukkan bahwa para trainee Johnny & Associates merasa terpaksa untuk tidak berbicara apapun tentang eksploitasi Johnny Kitagawa karena statusnya sebagai tokoh terkemuka di industri hiburan Jepang.
Sekarang, agensi menghadapi kritik yang sedang berlangsung, dan bahkan kontroversi terkait isu tersebut tidak kunjung mereda. Akhirnya, Johnny & Associates sedang mempertimbangkan mengenai penghapusan nama Johnny
Noriyuki Higashiyama, salah satu selebriti naungan Johnny & Associates, membahas insiden tersebut di Asahi TV Sunday Live, sebuah acara yang dibawakannya.
Dia menyatakan perlunya menghadapi kontroversi dan menentukan tahap yang tepat ke depannya, termasuk bagaimana menangani nama agensi.
"Kita harus mempertimbangkan masa depan seperti apa yang harus kita usahakan dan bagaimana penanganan situasi ini. Termasuk mengevaluasi kembali, bahkan mungkin melibatkan perubahan nama Johnny\'s," kata Higashiyama
Sebuah Outlet media Jepang, \'ENCOUNT\' juga melaporkan bahwa Johnny & Associates secara aktif mengeksplorasi opsi dalam penghapusan istilah \'Johnny\' dari nama perusahaannya.
Seorang dari Johnny & Associates mengakui kompleksitas masalah ini, dinyatakan, "Menghapus \'Johnny\' bukanlah keputusan yang mudah. \'Johnny\' adalah bagian nilai dari Johnny\'s Jr. dan juga hadir atas nama beberapa grup kami. Namun, kami terlibat dalam diskusi yang sangat serius mengenai masalah ini."
Netizen Korea juga tertarik pada isu ini karena melibatkan agensi hiburan terbesar dari negara tetangga, Jepang.
"Jika mereka ingin bertahan dalam bisnis, mereka harus mengubah nama," tulis K-netz.
"Mungkin mengubah nama mereka menjadi hanya inisial JNS, lol," tulis netizen lain.
"Mereka harus membuatnya seperti SM, YG, dan JYP. Jadikan JNS," tulis netizen lain.
"Mengapa mereka terus ingin menggunakan nama Johnny\'s-nya itu," tulis netizen lain.
"Ini sangat gila bisa-bisanya mereka menyembunyikan eksploitasi seksualnya selama bertahun-tahun," tulis netizen lain.
"Mereka seharusnya mengubah nama menjadi sesuatu yang tidak berhubungan dengan Johnny," tulis netizen lain.






