Cerita Mistis Roro Kidul Boyong Nyi Blorong, Diangkat Jadi Panglima Perang para Jin
JAKARTA Cerita mistis seputar Nyi Roro Kidul cukup banyak berkembang di masyarakat pesisir selatan Pulau Jawa. Salah satu kisah mistis yang cukup terkenal dan diceritakan turun temurun adalan kisah tentang Nyi Blorong.
Sebagai putri raja, Nyi Blorong hidup dalam situasi serba lebih dari cukup. Namun, kehidupan berkecukupan rupanya membuat Nyimas Dewi Anggatri tumbuh menjadi sosok gadis cantik yang angkuh. Bahkan, Nyimas tidak hanya angkuh, dia juga jahat terhadap sesamanya.
Menurut cerita mitologis yang berkembang di masyarakat, cucu raja ini terjebak masuk ke salah satu gerbang gaib. Dia pun ditangkap oleh pasukan makhluk gaib dan dibawa ke pimpinan kerajaan yaitu Nyi Roro Kidul.
Oleh Nyi Roro Kidul, gadis cantik itu diminta untuk menceritakan kronologis kenapa dirinya berani masuk pintu gaib, wilayah kekuasaan ratu pantai selatan itu. Anehnya, usai mendengar penuturan Nyimas, Ratu Laut Selatan bukannya marah tapi malah merasa iba. Nyi Roro Kidul pun menerimanya dengan senang hati.
Sebagai warga baru, Nyimas diganti dengan identitas baru. Namanya diubah dari Nyimas menjadi Nyi Blorong. Tidak hanya diberi nama baru, Nyimas yang berganti nama Nyi Blorong juga diberikan kesaktian oleh penguasa Pantai Selatan. Nyi Blorong punya kesaktian hingga bisa berubah rupa jadi ular.
Awal mula menjadi warga kerajaan gaib, Nyi Blorong tampaknya biasa-biasa saja seperti makhluk-makhluk gaib lainnya. Namun, menurut pengakuan mahkluk gaib lain dan menurut penilaian Ratu Nyi Roro Kidul, Nyi Blorong mempunyai bakat dalam memimpin pasukan perang. Karena kemampuannya itu, Nyi Blorong diangkat oleh Nyi Roro Kidul menjadi memimpin tentara kerajaan.
Dikisahkan, selama memimpin tentara yang semuanya adalah jin, Nyi Blorong selalu sukses. Pasukan jin-jin yang menjadi bawahannya sangat kompak dan solid. Ia kemudian mendapatkan julukan sebagai panglima tertinggi di pasukan pertahanan Kerajaan Pantai Selatan.
Nah, sebagai pimpinan, tugas yang harus dia lakukan bersama anak buahnya adalah menyesatkan manusia. Bagi Nyi Blorong, tugas menyesatkan manusia sangat mudah. Sebab dia memahami betul bahwa salah satu sifat manusia adalah ketamakan, nafsu menjadi kaya raya. Nyi Bolorong memanfaatkan kelemahan ini. Dia memberi manusia kekayaan asal saja dia mendapatkan tumbal.
Konon, tumbal dari kekayaan yaitu manusia akan menjadi budak dan prajurit di Kerajaan Pantai Selatan. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, kecantikan dan kesaktian Nyi Blorong akan mencapai titik maksimal ketika bulan purnama.
Pada saat itu, dia akan menjadi sosok perempuan yang mengenakan kebaya hijau. Ia lantas akan menjadi siluman ular raksasa ketika bulan mulai mengecil.
(don)

