Perbedaan Husnul Khotimah dan Khusnul Khotimah yang Bertentangan, Awas Jangan Salah Sebut!
Setiap kali mendengar kabar duka, biasanya seorang muslim akan turut berduka cita dan mendoakan agar seseorang meninggal dalam keadaan husnul khotimah, atau khusnul khotimah. Keduanya punya perbedaan yang bertentangan!
Husnul khotimah secara literal memang berarti akhir yang baik. Asalnya dari bahasa Arab yang mencakup kata hasan (baik) dan khatimah (sebuah akhir). Dalam Islam sendiri, ada doa-doa yang bisa dipanjatkan sebagai permohonan untuk memiliki akhir kehidupan yang baik.
Namun, tak sama halnya dengan khusnul khotimah. Justru, ungkapan yang satu ini punya makna berlawanan dengan husnul khotimah, yakni mengandung makna akhir yang hina.
Perlu diluruskan bagi kita agar tak mendoakan kematian seseorang agar khusnul khotimah, tetapi husnul khotimah.
Mengulik laman Nahdlatul Ulama Online, dalam bahasa Arab, kalimat khusnul menggunakan huruf kho yang artinya tidak baik. Jadi, khusnul khotimah berarti akhir yang hina sementara husnul khotimah berarti akhir yang baik.
Mengutip Suara, Ustaz Faishal Zulkarnaen, salah satu pengasuh Pesantren darul Hikam, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur menyebut salah kaprah itu hanya sekadar masalah transliterasi tulisan Arab ke latin.
Penulisan yang benar dalam bahasa Arab untuk husnul ialah menggunakan huruf ha, sehingga dibaca husnul khotimah.
Perbedaan kedua kalimat itu juga dijelaskan oleh Atalia Praratya dengan unggahan Instagramnya yang menulis, husnul khatimah berarti meninggal dunia dalam keadaan terbaik. Sementara itu, khusnul khotimah berarti meninggal dalam keadaan dihinakan atau direndahkan.






