Review Film: Avatar: The Way of Water, Suguhkan Sinematik Keindahan Laut yang Memanjakan Mata

Review Film: Avatar: The Way of Water, Suguhkan Sinematik Keindahan Laut yang Memanjakan Mata

Seleb | BuddyKu | Kamis, 15 Desember 2022 - 12:30
share

Setelah penantian panjang 13 tahun lamanya, film epik nan legendaris, Avatar, kembali hadir dalam sekuel kedua bertajuk Avatar: The Way of Water . Masih disutradarai oleh James Cameron, film terbaru ini menyuguhkan sinematik yang memesona serta kisah yang penuh emosional. Tanpa berlama-lama, berikut ulasan saya untuk film Avatar: The Way of Water .

Sinopsis film Avatar: The Way of Water

Review Film Avatar 2

Photo: IMDb

Setelah peristiwa di film pertama, Jake Sully hidup sebagai kepala suku Omaticaya yang berkeluarga dengan Neytiri dan anak-anak mereka, yakni Neteyam, Lo\'ak, Tuk, Kiri, dan Spider. Di tengah kehidupan mereka yang tentram, para manusia kembali ke Pandora untuk menjelajah. Salah satunya adalah Colonel Miles Quaritch yang dikloning ke dalam tubuh Na\'vi dan dilengkapi dengan ingatan dari sebelum kematiannya.

Review Film Avatar 2

Photo: IMDb

Di suatu hari, Colonel Quaritch berhasil menangkap Spider yang diakuinya sebagai putranya. Colonel Quaritch pun memutuskan menghabiskan waktu bersama Spider dan sebagai imbalannya, Spider akan mengajari Colonel Quaritch tentang budaya Na\'vi. Mengetahui kondisinya tak lagi aman, Jake dan keluarganya mengasingkan diri dari Omaticaya ke klan orang karang Metkayina di pesisir timur Pandora.

Review Film Avatar 2

Photo: IMDb

Meski sempat dianggap ancaman dan dicemooh akibat genetik mereka, Jake dan keluarga akhirnya mendapatkan penerimaan dan perlindungan. Mereka pun cepat beradaptasi dan mempelajari cara hidup orang-orang karang. Namun, persembunyian Jake bukanlah sebuah solusi, sebab Colonel Quaritch kembali menemukannya dan akhirnya terjadilah sebuah pertarungan yang menegangkan.

Sebuah karya sinematik dengan visual memesona

Review Film Avatar 2

Photo: IMDb

Berbeda dari sebelumnya, film Avatar: The Way of Water mengambil latar tempat pada hutan dan laut. Menariknya, saat disaksikan dalam bentuk 3D, film dengan format 4K High Dynamic Range ini mampu menyuguhkan visual yang terkesan ril. Bahkan, setiap adegan seakan dibuat dengan sungguh-sungguh untuk memanjakan mata penonton tanpa cacat sedikit pun.

Terlebih pada adegan laut, film berdurasi 3 jam 10 menit ini mampu menampilkan keindahan bawah laut secara sempurna, yang mungkin tak bisa dilihat oleh manusia secara langsung. Well, meski efek 3D-nya terasa sedikit pusing, namun saya rasa tak ada yang bisa mengalahkan megahnya visual film ini. Good job!

Kisah dan tokoh yang mampu membangkitkan suasana

Review Film Avatar 2

Photo: IMDb

Tak hanya visualnya, film ini juga menyajikan jalan cerita yang menarik. Meski lumayan tertebak, namun tetap menyisipkan detail yang apik untuk diikuti. Saya pun salut dengan pembawaan karakter yang dilakukan masing-masing tokoh, di mana terlihat totalitas bahkan mampu membangkitkan emosional penonton.

Yup, menurut saya film Avatar: The Way of Water sangat hidup karena dapat menghadirkan nuansa menegangkan, sedih, hingga menggembirakan. Oh iya, di film ini juga menampilkan sebuah aksi makhluk laut tulkun bernama Payakan yang membuat film Avatar: The Way of Water semakin pantas diacungi jempol.

Review Film Avatar 2

Photo: IMDb

Sebagai orang yang awam yang tidak mengikuti film pertamanya, sebenarnya saya agak sedikit bingung di awal, salah satunya tentang dendam Colonel Quaritch dan Jake serta kehadiran Kiri dan Dr. Grace Augustine. Walau demikian, secara perlahan saya mulai mengerti dan bisa menikmatinya.

So, bagi yang tertarik menyaksikan film sekuel ini, saya sarankan agar dapat menonton film pertamanya terlebih dahulu yang tersedia di Disney+. Sementara film Avatar: The Way of Water sudah bisa kamu saksikan di bioskop, ya.

Topik Menarik