Zulfan Lindan Dinonaktifkan Nasdem, Berikut Pernyataannya yang Kontroversial!
Dalam surat yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem), Surya Paloh, menyebutkan alasan menonaktifkan Zulfan Lindan dari Kepengurusan DPP Partai NasDem.
Hal itu karena beberapa waktu terakhir Zulfan Lindan berkali-kali membuat pernyataan ke media massa yang tidak produktif bahkan menurunkan citra Partai NasDem.
Karena hal tersebut, DPP Partai NasDem memberikan peringatan kepada Zulfan Lindan dengan menonaktifkannya dan melarang Zulfan untuk memberikan pernyataan di media massa dan media sosial dengan mengatasnamakan Partai NasDem.
Peringatan ini diharapkan akan memberikan pelajaran bagi seluruh kader dan fungsional Partai NasDem untuk terus menjaga karakter dan jati diri sebagai partai gagasan dengan semangat membawa perubahan, tertulis dalam surat penonaktifan Zulfan Lindan nomor 228-SI/DPP-NasDem/X/2022 yang ditandatangani Surya Paloh, Kamis (13/10/2022).
Tiga Pernyataan Zulfan Lindan yang Kontroversial
Berikut tiga pernyataan Zulfan Lindan yang kontroversial mengkritik dan menyindir Jokowi dan partai politik pendukung pemerintahan Jokowi.
1. KIB Koalisi Ecek-ecek
Pada September 2022, Zulfan Lindan mengatakan Koalisi Indonesia Bersatu atau KIB merupakan koalisi ecek-ecek. Zulfan Lindan menyebutkan hal tersebut saat diskusi Adu Perspektif dengan tema \'Membaca Manuver Tabloid, Dewan Kolonel, hingga Isu Dendam Lama\', Senin (26/9/2022).
"Lainlah, kalau KIB jangan disamakan dengan koalisi ini (NasDem, PKS, Demokrat). KIB itu kan koalisi ecek-ecek itu," ujar Zulfan Lindan dalam diskusi Adu Perspektif.
Pernyataan tersebut menuai reaksi dari parpol anggota KIB yakni PAN, PKS, dan Partai Golkar. Wakil Ketua Umum PAN, Yandri Susanto, menanggapi pernyataan Zulfan Lindan tersebut.
"Semuanya yang berkembang sekarang itu masih ecek-ecek, namanya juga wacana. Mau koalisi siapa pun. Kan belum ada bentuk, belum ada capres-cawapres yg diusung secara resmi," ujar Yandri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (27/9/2022).
2. Sindir Presiden Joko Widodo yang Berduka
Zulfan Lindan menyindir Presiden Joko Widodo dalam diskusi Adu Perspektif, Senin 3 Oktober 2022. Zulfan menyindir Presiden Jokowi yang enggan berkomentar soal deklarasi Anies sebagai capres karena masih dalam suasana duka akibat Tragedi Kanjuruhan.
Zulfan Lindan mengatakan, bahwa Presiden Jokowi berduka padahal masih sempat menghadiri peresmian kawasan industri di Jawa Tengah. Pernyataan tersebut mendapat reaksi dari Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin.
Ngabalin mengatakan bahwa Presiden Jokowi tidak elok bicara politik karena masih dalam suasana duka. "Lucu ada politisi yang sakit dan nyinyir Jokowi menolak komentari soal politik praktis," kata Ngabalin yang dikutip lewat akun Twitter pribadinya, Rabu 5 Oktober 2022.
3. Bandingkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Presiden Joko Widodo
Dan yang baru-baru ini, Zulfan Lindan mengatakan bahwa sosok Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merupakan antitesis atau pertentangan yang cocok dari Presiden Joko Widodo.
Hal tersebut dikatakan oleh Zulfan sebagai salah satu alasan kenapa Partai NasDem mendeklarasikan Anies sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2024. Zulfan juga menegaskan NasDem telah mengkaji hal tersebut melalui pendekatan dialektika filsafat.
Ini sudah kita kaji dengan filsafat pendekatan dialektika, dengan pendekatan filsafat Hegel. Pertama apa, Jokowi ini kita lihat sebagai tesis, berpikir dan kerja, itu Jokowi. Tesis kan begitu, Jokowi. Lalu kita mencari antitesa. Dari antitesis Jokowi ini yang cocok itu Anies. Apa artinya? Dia berpikir secara konseptualisasi, ujar Zulfan dalam acara Adu Perspektif Total Politik yang berlangsung online, Selasa (11/10/2022) malam.
BINT#4






