Loading...
Loading…
Kisah Sukses Novita Ragayu Berhasil Bangkit dari Pandemi Covid-19

Kisah Sukses Novita Ragayu Berhasil Bangkit dari Pandemi Covid-19

Powered by BuddyKu
Seleb | Genpi | Kamis, 06 Oktober 2022 - 12:42

GenPI.co Jatim - Kisah sukses Novita Ragayu Purwaningsih di dunia bisnis fesyen tak selalu berjalan mulus.

Pandemi Covid-19 membuatnya harus menutup sementara outlet fesyen dengan brand Vira Couplewear.

Outlet miliknya yang baru dibuka pada November 2019 harus tutup pada Maret 2020.

"Ada PSBB. Waktu itu aku mengalami kerugian Rp 4,5 juta. Akhirnya aku tutup saja dulu," kata Novi kepada GenPI.co Jatim, Rabu (5/10).

Awalnya, dia memperkirakan pandemi Covid-19 hanya berjalan satu sampai dua bulan saja. Namun, nyatanya wabah itu bertahan jauh lebih lama dari perkiraannya. "Waktu itu karyawan aku rumahkan semua, karena tidak ada kerjaan tidak ada job," jelasnya.

Pun demikian, Novi tak menyerah. Dia berusaha untuk memutar otak dengan memindahkan gerainya yang ada di mal ke kediaman pribadinya.

Dia juga mulai menjajal penjualan daring atau online. "Ikut-ikut webinar mengenai marketplace. Dulu juga pernah sih posting di marketplace, tetapi tidak fokus dan nggak rutin," ungkapnya.

Marketplace akhirnya menjadi obat penawar ketidak pastian. Foto-foto baju dagangannya pun diunggah semua toko online miliknya.

Pandemi telah menjadi pelajaran bagi para pelaku usaha untuk aktif berinovasi dengan cara-cara berdagang maupun karya hasil produksi.

"Saat pandemi semua usaha itu nyungsep ya apalagi di bidang fesyen. Jadi, kami harus berani mengikuti pasar," ujarnya.

Selain itu, dia juga menerima orderan untuk memproduksi baju APD yang memang saat itu jadi kebutuhan utama bagi para tenaga kesehatan (nakes). "Jadi sempat waktu pandemi dapat orderan APD masker," ujarnya.

Omzet dari berdagang secara online juga tak main-main, sebulan dia bisa menghasilkan pendapatan mencapai Rp 3-4 juta.

Kini, usahanya kembali berjalan normal. Outlet yang semula tutup juga sudah dibuka kembali. Pendapatannya ikut juga bertambdah dari hasil berdagang secara offline.

"Kalau online sekarang sebulan sekitar Rp 3-4 juta tapi lebih profit karena kita kan tidak sewa tempat. Kalau di offline itu tidak pasti, naik turun pernah dapat sampai Rp 25-28 juta per bulan. Pernah waktu puasa an naik 50 persen," jelasnya. (*)

Video viral hari ini:

Original Source

Topik Menarik