Loading...
Loading…
Mahasiswa UM Ciptakan Perangkat Media Pengenalan Kebudayaan, Kolaborasikan Media Pembelajaran dengan Permainan di Smartphone

Mahasiswa UM Ciptakan Perangkat Media Pengenalan Kebudayaan, Kolaborasikan Media Pembelajaran dengan Permainan di Smartphone

Powered by BuddyKu
Seleb | Celebrities | Senin, 05 September 2022 - 10:16

MALANG, celebrities.id - Mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) menciptakan perangkat media pembelajaran pengenalan kebudayaan dengan menggunakan mainan. Perangkat yang dinamakan Nusa Susun Menara Balok mengkolaborasikan antara media pembelajaran dengan permainan menggunakan gawai atau smartphone.

Perangkat ini diperuntukkan untuk siswa-siswi sekolah dasar (SD) yang terinspirasi dari permainan Uno, yang diciptakan oleh Naufal Yuan Nabila, Nuroh, Naili Hidayati, Rodan Hadit, dan Andi Irawan. Tujuannya agar lebih mudah memahami kebudayaan dan adat istiadat sejumlah provinsi di Indonesia secara menyenangkan.

Di setiap balok yang ada terdapat sebuah kode QR untuk dipindai dengan gawai. Lalu setiap baloknya tertempel gambar pakaian adat laki-laki dan perempuan. Namun untuk memperjelas informasi perlu dipindai lebih lanjut hingga mengunduh sebuah informasi melalui aplikasi Google Drive.

Informasi ini berisikan gambar dan penjelasan mengenai pakaian melalui suara dan teks narasi kebudayaan tersebut. Terpenting tak perlu lagi mengunduh aplikasi karena hanya menggunakan informasi yang terunduh ke Google Drive.

Naufal Yuan Nabila selalu Ketua tim pencipta Nusa Susun Menara Balok mengatakan, perangkat media pembelajaran kreasinya dan empat temannya merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) kewirausahaan yang berhasil meraih pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek).

Idenya terinspirasi dari permainan Uno yang kerap dimainkan di kafe-kafe, namun dimodifikasi sedemikian rupa. Dimana memerlukan waktu satu bulan untuk proses pembuatannya.

"Nusa salah satu media pembelajaran yang teraktif di masa sekarang ini mengkolaborasikan dengan kecanggihan teknologi menggunakan kode QR," ucap Naufal Yuan Nabila, pada Senin (5/9/2022).

Sebagaimana permainan Uno kata Naufal, perangkat Nusa ini juga terdiri dari berbagai macam warna mulai dari hijau, merah, kuning, biru, hingga ungu. Setiap warna di balok itu ada masing-masing kebudayaan dari setiap provinsi, disertai gambar dan kode scan QR.

"Setiap warga ada peraturannya sendiri, dan juga ada perwakilan di setiap pulau kebudayaannya, semisal seri pertama ini bagian adat kita mengambil Jawa Timur, untuk Sumatera-nya ada Sumatera Barat lalu di sini juga ada scan kode QR. Jika di scan akan muncul tiga fitur, pertama gambar, rekaman suara, dan teks narasinya kebudayaan tersebut," kata dia.

Total terdapat 21 provinsi yang informasinya terdapat perangkat Nusa ini, dari 37 provinsi saat ini di Indonesia. Sedangkan sisanya akan dilengkapi di perangkat Nusa jilid dua, yang saat ini masih dalam pengerjaan dan penyempurnaan.

"Satu produk ada 21 provinsi, harus beli dua produk untuk satu paket, yang kedua belum selesai. Produk berikutnya melengkapi produk pertama ini," kata mahasiswa Pendidikan Sastra dan Bahasa Indonesia itu.

Menariknya, perangkat pembelajaran ini juga dibuat dari limbah sedotan bekas yang mengisi bagian tengah balok, berfungsi menguatkan konstruksi balok. Sementara bahan dasar dari baloknya merupakan campuran katalis dan racing.

"Karena di dalam balok hanya ruang kosong. Apabila tidak ada penyangganya balok bisa gampang pecah, produk kita juga ramah lingkungan karena terbuat dari daur ulang sampah sedotan plastik," katanya.

Perangkat ini bisa dimainkan oleh minimal tiga orang. Seperti halnya Uno, setiap orang mendapat giliran mengambil warna-warna balok yang tersusun ke atas. Di setiap warna yang diambil ini ada aturannya masing-masing.

"Misalnya warna merah, setiap pemain selanjutnya akan disetop, untuk warna kuning akan diputarbalikkan, warna hijau dan warna biru akan ditentukan oleh pemain sebelumnya. Jadi pemain selanjutnya harus mengambil balok apa akan ditentukan oleh pemain sebelumnya," ujar dia.

"Jadi nanti setiap siswa akan menebak budaya apa saja yang ada di kode QR. Lalu bila mendapatkan benar, akan mendapat +2, bila salah akan mendapatkan salah -1, apabila meruntuhkan balok akan mendapatkan -2," ujarnya.

Penggunaan perangkat ini diharapkan bisa mengenalkan budaya Indonesia kepada anak sejak dini, dengan cara yang menyenangkan. Selain itu siswa yang bermain bisa tetap bermain dengan gawai dan mengasah emosinya masing-masing.

"Harus teliti dan sabar ketika mengambil setiap balok. Nusa ini dijual satu paketnya Rp75 ribu (Sudah terjual) sudah laku 30 produk, dari target terjual 70 produk," kata dia.

Kini Naufal dan rekan-rekannya masih akan mengembangkan dan menyempurnakan perangkat pembelajaran Nusa, agar lebih menarik dan sempurna lagi.

Original Source

Topik Menarik