15 Contoh Puisi tentang Kehidupan, Penuh Kata-Kata Indah

15 Contoh Puisi tentang Kehidupan, Penuh Kata-Kata Indah

Seleb | celebrities.id | Jum'at, 13 Mei 2022 - 11:53
share

JAKARTA, celebrities.id - Contoh puisi tentang kehidupan lebih menonjolkan makna filosofis mengenai hidup dan makna di dalamnya. Kehidupan merupakan sesuatu yang misterius dan kita tak bisa menebak apa yang terjadi di masa depan. Berkat kehidupan juga kita bisa belajar bahwa tak ada gunanya menyesali perbuatan di masa lalu.

Kata-kata kiasan yang indah dan penuh makna menjadi andalan untuk bisa menciptakan sebuah puisi yang tak biasa. Mereka yang piawai membuat puisi, bisa mendapatkan banyak inspirasi atas apa yang terjadi dalam hidup untuk menjadi sebuah karya.

Dilansir dari berbagai sumber, celebrities.id, Jumat (13/5/2022) telah merangkum contoh puisi tentang kehidupan, sebagai berikut.

Contoh Puisi tentang Kehidupan

1. STUPOR

dalam diam yang panjang
dan tanpa perlawanan
waxy flexibility: kaku dalam
lelehan lilin beku
hanya menatapmu yang bimbang
memangku dan membelai kesedihan
ya, kuberikan suhu tubuhku

dan seluruh gerakku
pada atom dan galaksi
pada filsafat dan ilmu pemerintahan
pada obat-obat psikiatri
telah kubunuh bicara, bahasa, isyarat tubuh
aku mencekiknya pada suatu malam
kini akulah keranda bagi semua luapan dan endapan
akulah keranda bagi semua gerak alam

(Kumpulan Sajak M. Nahdiansyah Abdi)

2. THOUGHT BROADCASTING

Inilah kebenaran, inilah minat dan gairah hidup yang
besar: kau telah mengerti isi pikiranku, bahagia
dan cemasku, betapa telah tersiarkan tanpa sensor,
marah dan gelak bosanku, ide-ide transparan
tentang dunia dalam cangkang kepala
Hidup berlarut-larut yang tiada
berkesudahan. Melampaui dogma-dogma,
melampaui tuhan dalam pikiran
Inilah buku terbuka, inilah televisi 24 jam, inilah
lauhil mahfudz yang berceceran:
memeluk dan dipeluk ketiadaan

(Kumpulan Sajak M. Nahdiansyah Abdi)

3. KEBUTAAN MALAM HISTERIKAL

Sepotong wajah di balik kubus cahaya
Dan kebutaan malam histerikal
Langit padat, karna dingin membeku jadi kaca
Bom-bom harus jatuh malam ini juga!
Suara ledakan jauh di sana
jauh di dalam lubuk mimpi

Tidur tak bisa terjaga!
Manusia melompat
dari pelana pesawat
yang berkarat di langit
Kapankah mendarat?
Hiburlah dengan sebuah lencana
Rasa bersalah yang mungkin datang
Ia datang sebagai jerit perempuan; ibuku.

(Kumpulan Sajak M. Nahdiansyah Abdi)

4. SUICIDE

Ada 3 pilihan bunuh diri
dari eyang Emile Durkheim
a. Bunuh diri egoistik
b. Bunuh diri altruistik
c. Bunuh diri anomik

Mari kita jalani ketiganya
secara berganti-ganti
pagi yang cerah
satu sosok tidur di kamar tidur
siang berawan
di atas keramaian ia bermimpi
sore yang manis
ke kayangan kami akan pergi
malam damai
hantu puisi kesepian

(Kumpulan Sajak M. Nahdiansyah Abdi)

5. VOYEURISME

Voyeurisme. Kebahagiaan mengintip dan tubuh
yang tersembunyi. Hanya mata dan sesembul imajinasi,
hanya serat halus cahaya yang mengendali.
Kuat, takjud, girang, pemain pengganti.
Itu tubuh di garis depan, ini tubuh yang menyaksikan
Rekat, satu, bergumul, tak terpisahkan.

(Kumpulan Sajak M. Nahdiansyah Abdi)

6. GIGGLING

Giggling, cekikikan sendiri
Mencandai ujud yang maujud dalam diri
Sebuah proyek humor
yang lebih bernilai dari industri moralitas
Kadang ia seolah berjalan ke atas bukit
untuk memberi khotbah yang tertunda
Kadang cuma tiduran seperti anjing
Lain waktu pergi ke jalan yang ramai
Dengan wajah beringas bak baja tempaan
Seakan memeram satu orasi paling menggetarkan
yang belum pernah diciptakan manusia manapun di
muka bumi

Inilah karunia cengar-cengir, anggur yang
dituang langsung dari mulut langit.
Ia mengalir tak tertampung
tak terhentikan
dan bahagia

(Kumpulan Sajak M. Nahdiansyah Abdi)

7. TKS (Taijin-Kyofu-Sho)

taijin-kyofu-sho. Di balik kekuatan rasa marah
yang menghinakan
bercokol seekor kucing kecil
yang mundur-merapat ke dinding
yang takut mengeong meski lirih
takut ia takut, terlampau takut,
menjadi pengotor

atas susunan benda-benda yang rapih,
atas taman artistik yang mericikkan suara air,
atas tata karma dan kesopanan
o kucing kecil yang merapat ke dinding
ekornya tegak penuh ketakutan
sebuah bayangan mungkin memberi cedera
apatah lagi sebuah kehadiran?
kucing kecil, kucing kecil
tiada taman bagimu
tiada rumah dan tuan
puisi ini juga bukan untukmu

(Kumpulan Sajak M. Nahdiansyah Abdi)

8. BEDLAM

Di St. Marys of Betlehem, London. Beberapa
orang kaya pergi menonton
Mereka yang tidur di atas kotorannya sendiri
atau yang suka berkeluyuran dengan rantai di kaki.
Racauan-racauan indah, gerak-gerik sinting hewan
terliar: Sebuah kesedihan yang menghibur.
Damned if you do and damned if you dont!

(Kumpulan Sajak M. Nahdiansyah Abdi)

9. RETARDASI MENTAL

Dengan IQ di rentang 20 sampai 34
Dengan wajah mencolok tolol dan beberapa
kerusakan di susunan saraf pusat
Terbata ia menyapamu lantas lekas berpaling
Malaikat kecil yang hanya paham sedikit kata
telah menciduk samudera bahasa ke dalam
hendayanya

(Kumpulan Sajak M. Nahdiansyah Abdi)

10. PIKA

Anak kecil yang baik
Telah kudengar kegembiraanmu
Kegembiraan mengunyah
Kegembiraan memainkan lidah
Mulut hanya kotor karena khianat
Senyummu kekal dalam benakku
Makanlah hingga kenyang
Kamu telah mengejek lapar sedemikian rupa
Kamu telah menghina orang kaya dan orang miskin
sekaligus.

(Kumpulan Sajak M. Nahdiansyah Abdi)

11. WANDERING

saya berjalan dengan ringan sekali
disebabkan saya seorang guru suci
pengikut yang mengiringi saya riuh rendah
sekumpulan dari makhluk-makhluk tak terejawantah
keberadaan saya adalah sedekah bagi bumi
di mana kaki saya berjejak, terbasuhlah noda dan dosa
telah saya tinggalkan jubah dan mahkota saya
saat sedang jongkok buang air besar
saya berjalan tanpa kendor
menembus hutan, dusun, dan kota
makin terang jalan yang saya tempuh
buta, buta, buta, saya jadinya

(Kumpulan Sajak M. Nahdiansyah Abdi)

12. KLEPTOMANIA

Inilah batas ketegangan dan rasa murung
Sebuah rajah tak terbaca
yang kerap terpeleset dari tangan yang alpa
Sebuah benda abstrak yang dangkal
Yang bertahan dalam delusi di pangkal kepala
Dan sebuah cinta tak bermotif
Yang menyambarnya dengan sukacita
Inilah batas ketegangan dan rasa murung
di mana ego-alien terlepas dan pulang ke asalnya
dan buru-buru Sang Logik menyalahkan para
khadamnya: sebuah cairan dinding, ketukan tongkat,
takdir yang terbuka.

(Kumpulan Sajak M. Nahdiansyah Abdi)

13. NAGA PENJAGA HARTA KARUN, RILKE

Apakah ketidakpastian
Kenapa aku berharap dapat hidup sampai
esok pagi
Aku memainkan batu ketakutanku
melemparkannya (dengan lunglai)
mengiris permukaan danau-danau moral
Telah menghilang
peta jalan di garis tanganku
Semua jejak
sepertinya mengarah ke pulau kecemasan
Aku takut maka aku bertanya
Rasa takutku yang baik
telah mengganggu tidur
Pertanyaan-pertanyaan Abadi

(Kumpulan Sajak M. Nahdiansyah Abdi)

14. SOCIAL GROOMING, ROBIN DUNBAR

Inilah versi manusia dari mengelus bulu
dan mencari kutu dari primata: bergosip ria!
Inilah social grooming, sabuk
yang mengencangkan hubungan saling percaya
sebuah evolusi bahasa
sebuah metode meliyankan yang lain
manifestasi agresi tanpa sanksi sosial
inilah cara menghayati beragam aturan kita

Ya, kawanku, dunia sangat besar di sana
Kita di sini, dalam kelompok, terlelap
oleh mimpi-mimpi
Anak-anak sungai saling bersilangan
Pohon-pohon memanjat langit
Di bawah gunung api
Di antara sejarah kota-kota
Kita makan bersama
dan mencabuti puisi-puisi liar dari benak kita
Ya, kita masih berkumpul
mengukir bahasa, menghadiahkan dongeng
buat si penyendiri
Malam hampir selesai
dan secara eksplisit, dirimu juga.

(Kumpulan Sajak M. Nahdiansyah Abdi)

15. KETIDAKBERDAYAAN yang DIPELAJARI, SELIGMAN

Ketidakberdayaan, yang oleh Seligman, dipelajari itu
sudah barang tentu
menyulut diam berkepanjangan
bagi anjing malang dengan kejutan listrik yang ajeg
Kau tahu, si anjing telah ratusan tahun
tidur
bersama tujuh penghuni gua

Dialah anjing kehausan
yang diberi minum seorang pelacur
You look so sad, katanya menirukan
Seligman Junior
Jadi, menurutmu
apakah hidup
hanya konstelasi depresi?
(Dan apakah aku, telah lancang
mengajukan pertanyaan
seolah-olah aku bukan dari bangsa manusia?)

(Kumpulan Sajak M. Nahdiansyah Abdi)

Topik Menarik