20 Contoh Puisi tentang Cinta untuk Pasangan, Bikin Hubungan Makin Harmonis
JAKARTA, celebrities.id - Contoh puisi tentang cinta romantis merupakan bahasa dari cinta. Puisi cinta bisa menjadi salah satu cara manis jika kamu ingin mengungkapkan perasaan lewat sajak indah untuk pasanganmu. Membuat puisi cinta tentu bisa menjadi hal sulit karena dibutuhkan waktu dan kreativitas dalam merangkai kata.
Jangan takut untuk mencintai. Itu adalah hal lumrah. Puisi cinta, romantis, rindu, sedih dan cinta dalam diam bisa kamu ungkapan dalam bentuk aksara. Puisi cinta bisa termasuk ke dalam beberapa jenis puisi seperti balada, romansa, maupun elegi.
Dilansir dari berbagai sumber, celebrities.id, Kamis (12/5/2022) telah merangkum contoh puisi tentang cinta, sebagai berikut.
Contoh Puisi tentang Cinta
1. CINTA JAUH di PULAU
(oleh Chairil Anwar)
Cintaku jauh di pulau
Gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar ingin membantu, laut terang, tapi terasaaku tidak kan sampai padanya
Di air yang tenang, di angin mendayu di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
Tujukan perahu ke pangkuanku saja.
Amboi! Jalan sudah bertahun kutempuh!
Perahu yang bersama kan merapuh
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau,
kalau ku mati, dia mati iseng sendiri
2. AKU
(oleh Chairil Anwar)
Kalau sampai waktuku
Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan akan akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
3. DEAR, TUAN
(oleh Fanny Alisya Putri)
Dear Tuan,
Teruntuk yang tak kasat rasa,
bunga ini ku persembahkan kepada dia yang tahu lembah.
Kepadamu, Marah namun tak tahu kemarin, indah, tapi tak tahu kenangan.
Tuan, Maaf.
Asaku terlalu lihai menjelma menjadi buas.
Ingin menggapai hati, tapi tak tahu diam, tak tahu diri, tak tahu sakit.
Wahai, Tuan?
Jiwa ku ini tak tahu siapaku, atau hanya kau yang tak tahu kita?
4. HILANG
(oleh Fanny Alisya Putri)
Jika hilang membuat hati manusia musnah
maka kenapa ada katahilang dimuka bumi
Jika rasa itu yang paling mengganggu pemikiran manusia
kenapa Tuhan menghadirkan manusia untuk mengingatkan bahwa kata hilang akan selalu jadi nyata.
Terus menerus berarti tidak ada kata kembali
karena hilang hakikatnya sudah mati atau tidak pernah akan tergantikan.
Selama 10 tahun, wajah itu takkan pernah hilang.
Ya kataku tapi tidak kata Allah.
Dia yang ku kuatkan dalam pengharapanku
hilang karena aku yang mengundangnya datang tanpa pamit.
Akulah yang membuat skenario itu sehingga aku pula lah yang hilang.
Mengapa? Aku salah? Tidak, tapi waktu.
Bukan, yang salah itu aku.
Aku yang mematikan akalku untuk mencintainya!
Pantai, perahu, masjid raya, jeruk, mall,
belang padang, sabang,terminal, langkah murah untuk mengemis.
Haha.. mari tertawakan rasa sakitku
Microdrama VISION+ Papa Bilang Juga Apa: Orangtua Overprotective vs Remaja yang Ingin Bebas
Kau mengerti apa yang kusebutkan tadi?
Kau tau itu apa? Tidak apa-apa karena sudah hilang
iya, aku bilang sudah hilang
dengan kata maaf jangan berharap untuk dikembalikan
Karena yang sudah hilang akan selalu tidak bertempat.
5. TERLANJUR
(oleh Fanny Alisya Putri)
Terpaut pada cinta yang tak halal membuatnya lupa diri,
ia menoleh pria yang berkata tak meninggalkan
namun beraksi menjadi seorang bajingan.
Ia yang kau temani hingga malam terlelap,
membuat kau melupakan waktu, meruntuhkan imanmu.
Terputar kembali waktu di antara gedung itu, terjebak.
Ia memasuki hidupmu yang tertuduh bersalah dan dialah korbannya.
6. CUKUP, TAK PERLU MENOLEH
(oleh Fanny Alisya Putri)
Keesokan harinya, ia tertawa layaknya sampah,
terhadap perasaan yang kian menggebu.
"Tunggu aku, ku jemput kau di stasiun" berlagak gagah,
lalu berbalik arah
dan meludah kearahmu kemudian berkata "Terimakasih,
untuk malam-malam yang tak lebih dari sekedar lelucon untukku
"pengharapan yang kau lukis sendiri,
membuatmu meringis, kesakitan
dan terhanyut sampai kau kehilangan dirimu.
Mati mendarah, karena kau tahu,
kau sudah berhasil dimatikan oleh manusia-manusia tak berotak
yang kau kenal jauh sebelum dia.
7. SI PELANTUN
(oleh Fanny Alisya Putri)
Ia memang lihai dalam merangkai kata,
seharusnya kau tahu sejak awal
tak hanya satu kata dua kalimat
yang ada pada secarik kertas yang ia tulis.
Namun, kau tersipu malu, merasa memilikinya,
mengatakan bahwa puisi dan leksikon
yang ia tulis hanyalah untukmu.
Sungguh, klise.
kau lupa ia tak lebih satu dari jutaan penyair
yang mengartikan cintamu sebagai suatu yang melankolis
atau bahkan murahan.
ia tak berbeda,
ia hanya sedang bermain dengan hatimu.
8. 24/7
(oleh Fanny Alisya Putri)
Karena keahliannya
dalam merenggut sebagian hati
dan akal sehatmu,
kau lupa pada siapa
yang layak kau beri cinta,
Selebgram Isabella Viandra Diduga Adik Tiri Marshanda, Terungkap usai Sang Ayah Meninggal Dunia
kau korbankan 24 jam,
86. 400 detik hidupmu
hanya demi perihal
"Apakah dia akan memberiku bunga matahari?"
atau "Akankah dia menulis untukku hari ini?"
9. Tanda Pinggir Aspal
(oleh Fanny Alisya Putri)
hari demi hari berlalu,
tak ada lagi notif pesan darinya,
lalu kau menghubunginya dan bertanya
"Salah ku apa?"
dan dengan sigap
ia menutup telefonmu
sambil berujar
"Kita tak lebih hanya sekedar kenalan".
ucapan sayang yang dilontarkan kepadamu,
kertas, daun, roti bahkan jika ia berjalan
menelusuri gedung pencakar langit
dengan kaki berdarah pun akan ia lalui untukmu.
Omong kosong bukan?
10. BUS SHELTER
(oleh Fanny Alisya Putri)
Sejak saat itu
tak ada lagi 240 menit
dari setiap pertanyaanmu
yang terjawab olehnya,
tak ada lagi dia yang mendiami duniamu,
mendengar suara dan nafasmu.
kau tahu,
ini adalah ujung rasa sakit
karena memang tak ada ujungnya,
ingin mencoba lagi
tapi pasti akan berakhir sama.
kau sudah kalah.
" Mari berhenti sampai disini"
11. MARI TERLELAP SELAMANYA
(oleh Fanny Alisya Putri)
Terima saja, ia yang kau kira beda,
menjelma menjadi binatang buas,
tak hanya satu mangsa yang diterkam
sekaligus oleh giginya.
kau bergumam, merenung
dan berkali-kali mengutuki bodoh dirimu,
putar balik arah dan berusaha menghilang darinya.
kau rela menepis pria lain yang ingin menjadikanmu seorang istri
hanya demi lelaki yang menjanjikanmu kenyamanan.
kau meninggalkan Tuhanmu,
lalu bermaksiat kepada-Nya.
Sepanjang malam,
sambil tersenyum
seakan dosa ini terlalu indah
untuk kau berhenti melakukannya.
12. Sajak Puisi
(oleh Mustofa Bisri)
Cintaku kepadamu
belum pernah ada contohnya
Cinta Romeo kepada Juliet
si Majnun Qais kepada Laila
belum apa-apa
Temu pisah kita lebih bermakna
Dibandingkan temu-pisah Yusuf dan Zulaikha
Rindu-dendam kita melebihi
rindu-dendam Adam dan Hawa
Aku adalah ombak samuderamu
Yang lari datang bagimu
Hujan yang berkilat dan berguruh mendungmu
Aku adalah wangi bungamu
Luka berdarah-darah durimu
Semilir bagai badai anginmu
Aku adalah kicau burungmu
Kabut puncak gunungmu
Tuah tenungmu
Aku adalah titik-titik hurufmu
Kata-kata maknamu
Aku adalah sinar silau panasmu
Dan bayang-bayang hangat mentarimu
Bumi pasrah langitmu
Aku adalah jasad ruhmu
Fayakun kunmu
Aku adalah a-k-u
k-a-u
mu
13. Peluklah Aku dengan Ketabahanmu
(oleh Boy Chandra)
Aku masih bersedia,
menyediakan diri untuk mencintaimu
Tetaplah menetap di hatiku,
sebab hidup akan jauh lebih baik berjalan menujumu.
Menatap matamu,
sudah membuat duniaku penuh dengan rindu,
apalagi jikalau memilikimu seusia hidupku,
tentu akan lebih indah dari itu.
Peluk tubuhku,
tabahlah berjuang bersamaku.
14. Ketika Ada yang Bertanya Tentang Cinta
(oleh Aan Mansyur)
Ketika aku bertanya kepadamu tentang cinta
Kau melihat langit membentang lapang
Menyerahkan diri untuk dinikmati, tapi menolak untuk dimiliki
Ketika kau bertanya kepadaku tentang cinta,
Aku melihat nasib manusia
Terkutuk hidup di bumi
Bersama jangkauan lengan mereka yang pendek
Dan kemauan mereka yang panjang
Ketika aku bertanya kepadamu tentang cinta,
Kau bayangkan aku seekor burung kecil yang murung
Bersusah payah terbang mencari tempat sembunyi
Dari mata peluru para pemburu
Ketika kau bertanya kepadaku tentang cinta
Aku bayangkan kau satu-satunya pohon yang tersisa
Kau kesepian dan mematahkan cabang-cabang sendiri
Ketika ada yang bertanya tentang cinta,
Apakah sungguh yang dibutuhkan adalah kemewahan kata-kata
Atau cukup ketidaksempurnaan kita?
15. Kerinduan
(oleh Khalil Gibran)
Merenda sebuah tali kasih
Kusimpul menjadi satu hati
gambaran jiwa yang terluka
bagai langit meratap sendu
kala bias cinta menghilang
sakit itu pun datang tanpa permisi
rembulan tak menyisakan senyum.
Bersama malam, kudekap lirih arti kerinduan
16. Kangen
(W.S Rendra)
Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
Kau tak akan mengerti segala lukaku
karena cinta telah sembunyikan pisaunya.
Membayangkan wajahmu adalah siksa.
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.
Engkau telah menjadi racun bagi darahku.
Apabila aku dalam kangen dan sepi
Itulah berarti
aku tungku tanpa api.
17. Surat Cinta
(W.S Rendra)
Kutulis surat ini
kala hujan gerimis
bagai bunyi tambur mainan
anak-anak peri dunia yang gaib.
Dan angin mendesah
mengeluh dan mendesah
Wahai, Dik Narti,
aku cinta kepadamu!
Kutulis surat ini
kala langit menangis
dan dua ekor belibis
bercintaan dalam kolam
bagai dua anak nakal
jenaka dan manis
mengibaskan ekor
serta menggetarkan bulu-bulunya.
Wahai, Dik Narti,
kupinang kau menjadi istriku!
18. Hanya
(oleh Sapardi Djoko Damono)
Hanya suara burung yang kau dengar
dan tak pernah kau lihat burung itu
tapi tahu burung itu ada di sana
Hanya desir angin yang kau rasa
dan tak pernah kau lihat angin itu
tapi percaya angin itu di sekitarmu
Hanya doaku yang bergetar malam ini
dan tak pernah kau lihat siapa aku
tapi yakin aku ada dalam dirimu
19. Taman Dunia
(oleh Asrul Sani)
Kau masukkan aku ke dalam taman-dunia,
kekasihku !
kau pimpin jariku, kau tunjukkan bunga tertawa,
kuntum tersenyum.
kau tundukkan huluku tegak,
mencium wangi tersembunyi sepi.
Kau gemalaikan di pipiku rindu
daun beldu melunak lemah.
Tercengang aku takjub, terdiam.
berbisik engkau:
"Taman swarga, taman swarga mutiara rupa".
Engkau pun lenyap.
Termanggu aku gilakan rupa.
20. Sajak Putih
(oleh Chairil Anwar)
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita mati datang tidak membelah
