Loading...
Loading…
Podcast Deddy Corbuzier soal Pasangan Gay, Anggota DPR: Sangat Tidak Mendidik

Podcast Deddy Corbuzier soal Pasangan Gay, Anggota DPR: Sangat Tidak Mendidik

Seleb | indozone.id | Selasa, 10 Mei 2022 - 13:10

Usai mengundang pasangan gay, Ragil Mahardika dan Frederik Vollert, seruan untuk memboikot podcast Deddy Corbuzier terus berdatangan. Kali ini ajakan datang dari Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PPP Illiza Sa'adudin Djamal.

Menurutnya kontrn YouTube podcast Deddy Corbuzier dengan judul 'Tutorial jadi gay' pada 7 Mei 2022 itu tak layak dan tidak mendidik untuk ditayangkan.

Konten tersebut sangat tidak layak dan tidak mendidik. Dari memberikan panggung dengan mengundang pasangan gay itu saja sudah sangat tidak mencerminkan budaya kita," jelas Illiza kepada wartawan, Selasa (10/5/2022).

Dia berkata jika dibiarkan maka konten tersebut akan sangat berbahaya karena mempromosikan LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) di Indonesia.

"Ini sangat bertentangan dengan negara kita, negara yang beragama, apalagi bagi Islam, perbuatan tersebut sangat dilaknat," ucapnya. Kecam Deddy Corbuzier Undang Pasangan Gay

Dilanjutkan Illiza semua agama di Indonesia melarang LGBT, termasuk dalam hukum Indonesia disebutkan bahwa pernikahan sesama jenis telah melanggar UU tahun 1974 tentang Perkawinan.

Karena itu Illiza pun mengecam aksi Deddy Corbuzier yang mengundang pasangan gay tersebut. Seharusnya Public pigure seperti nya lebih hati-hati lagi dalam membuat konten.

Baca Juga :
Disebut Promosikan Pasangan LGBT, Politisi PPP: Deddy Corbuzier Sudah Bisa Diproses Hukum

"Kita menentang keberadaan LGBT bukan membenci orangnya tapi prilaku penyimpangan seksual yang mereka lakukan kita meminta agar pemerintah benar benar konsen melakukan penertiban dan sebagainya. Kita juga menyayangkan podcast yang dilakukan oleh Deddy Corbuzier serta meminta agar dapat menghapus konten yang sudah di expose," paparnya.

Dia turut mengimbau kepada para konten kreator di Indonesia agar lebih bisa selektif dalam membuat konten. Dengan demikian konten yang disajikan lebih edukatif lagi.

"Kita juga mengimbau kepada para konten kreator agar bisa memilah dan memilah dan memilih serta membuat konten yang lebih edukatif," tandasnya. Artikel Menarik Lainnya:

Original Source

Topik Menarik