Loading...
Loading…
Perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar

Perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar

Seleb | celebrities.id | Minggu, 08 Mei 2022 - 16:00

JAKARTA, celebrities.id - Nuzulul Quran dapat diartikan sebagai peristiwa turunnya kitab suci Alquran. Kitab suci seluruh umat Islam yang ada di dunia. Kitab suci yang hampir setiap hari dibaca dan dihafal oleh umat Islam.

Nuzulul Quran sering diperingati oleh umat Islam sedunia dengan berbagai kegiatan positif. Ada yang mengaji, menghafal, dan mentadaburi Alquran. Ada yang menggelar ceramah. Ada juga yang menggelar santunan. Peristiwa ini, di Indonesia, biasanya dilaksanakan pada 17 Ramadan.

"Sedangkan Lailatul Qadar adalah malam yang amat istimewa dalam Alquran. Peristiwa ini disinggung secara khusus dalam satu surah khusus pula. Allah swt menjelaskan peristiwa ini dalam QS. Al-Qadr/97," jelas KH. Ahmad Kosasih, M.Ag, Pimpinan Dewan Syariah Daarul Quran dalam keterangan tertulis yang diterima celebrities.id, Minggu (8/5/2022).

Malam Lailatul Qadar adalah malam diturunkannya Alquran. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Allah Swt langsung QS. Al-Qadr/97: 1. Malam ini, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi saw, digadang-gadang terjadi pada salah satu hari di antara 10 hari terakhir Ramadhan.

Nabi saw bersabda: Artinya: Dari Aisyah bahwa Rasulullah saw bersabda, carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Baca Juga :
Pengertian Malam Lailatul Qadar dan Maknanya, Lebih Baik dari Seribu Bulan

Bagi sebagian orang mungkin akan bingung mengenai peristiwa Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar. Ini karena keduanya disebut sebagai hari turunnya Alquran namun memiliki tanggal atau waktu yang berbeda: Nuzulul Quran pada 17 Ramadan sedangkan Lailatul Qadar pada salah satu dari 10 hari terakhir Ramadan.

Untuk menjelaskan hal ini, perlu didudukkan dulu bagaimana proses turunnya Alquran. Berikut akan diulas mengenai topik itu. Proses Turunnya Alquran

Para ulama telah membahas hal ini jauh-jauh hari. Mereka membahas bagaimana Alquran diturunkan hingga kepada Nabi Muhammad saw dan akhirnya kepada kita semua.

Secara garis besar, Alquran diturunkan melalui dua proses. Pertama, Allah swt menurunkan Alquran dari Lauh al-Mahfudz ke Baitul Izzah atau Langit Dunia. Keduai, Allah swt menurunkan Alquran dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad saw melalui perantara malaikat Jibril.

Di sinilah duduk perkaranya. Ternyata proses turunnya Alquran memiliki dua tahapan. Turunnya Alquran dari Lauh al-Mahfudz ke Baitul Izzah

Baca Juga :
Bacaan Doa Malam Lailatul Qadar Lengkap Arab, Artinya, Hingga Keutamaannya

Turunnya Alquran dari Lauh al-Mahfudz ke Baitul Izzah inilah yang disebut dengan peristiwa Lailatul Qadar. Pada peristiwa ini, Allah swt menurunkan kitab suci Alquran secara sekaligus.

"Artinya, Alquran secara lengkap telah disediakan oleh Allah swt. Hal ini termaktub di dalam Alquran sendiri. Alquran, dalam proses ini, menggunakan redaksi anzala (). Setiap ada redaksi Alquran yang berbicara mengenai proses turunnya Alquran dan di dalamnya menggunakan redaksi anzala (), berarti yang dibahas adalah peristiwa Lailatul Qadar," kata KH Ahmad Kosasih.

Sebagai contoh, berikut beberapa ayat mengenai proses ini. Salah satu ayat yang menjelaskan turunnya Alquran adalah QS. Al-Qadr/97: 1. Allah SWT berfirman:

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam qadar.

Selain QS. Al-Qadr/97: 1, Allah juga menjelaskan proses pertama turunnya Alquran ini melalui QS. Al-Dukhan/44: 3. Allah SWT berfirman:

Artinya: Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Turunnya Alquran dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad

Setelah diturunkan ke Baitul Izzah, Alquran lalu diturunkan kepada Nabi Muhammad saw secara berangsur-angsur. Inilah yang dimaksud dengan Nuzulul Quran. Proses ini terjadi pertama kali di Gua Hira. Kala itu, wahyu pertama yang turun adalah QS. Al-Alaq: 1-5.

"Proses ini juga disinggung di dalam Alquran. Namun, menggunakan redaksi nazzala (). Jadi, setiap ada ayat Alquran yang membahas mengenai proses turunnya Alquran namun menggunakan redaksi nazzala (), maka yang dimaksud adalah Nuzulul Quran," ujar KH Kosasih.

Salah satu contoh ayat yang menjelaskan proses penurunan Alquran menggunakan kata nazzala () adalah QS. Al-Isra/17: 106. Allah swt. berfirman:

Artinya: Dan Alquran (Kami turunkan) berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya secara bertahap.

Demikian pemabahasan mengenai perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar. Hal ini berkaitan erat dengan dua proses penurunan Alquran.

Original Source

Topik Menarik

{