Loading...
Loading…
Niat dan Hukum Iktikaf di Masjid, Amalan Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah

Niat dan Hukum Iktikaf di Masjid, Amalan Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah

Seleb | celebrities.id | Minggu, 08 Mei 2022 - 15:41

JAKARTA, celebrities.id - Iktikaf adalah salah satu ibadah yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW kepada para umatnya.

Nabi menyarankan agar ibadah ini ditingkatkan pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan. Dalam hal ini, "Aisyah berkata:'Bahwasannya Nabi SAW selalu beriktikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadan sampai beliau wafat. Kemudian, istri-istri beliau pun beriktikaf setelah beliau wafat (yakni tradisi iktikaf Nabi saw. tersebut diteruskan oleh istri-istrinya).(HR. al-Bukhari dan Muslim).

Ibadah iktikaf dilakukan dengan berdiam diri di masjid. Seseorang yang beriktikaf dianjurkan untuk melakukan hal-hal baik atau amalan-amalan yang dianjurkan oleh Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW," kata KH. Ahmad Kosasih, M. Ag., Pimpinan Dewan Syariah Daarul Quran, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/5/2022). Niat Iktikaf di Masjid

Niat menjadi salah satu hal penting dalam ibadah iktikaf. Dengan niat, seorang yang berdiam diri bisa dibedakan.

Ada orang yang hanya dinilai berdiam diri tanpa ibadah, jika ia tidak niat iktikaf. Namun, ada orang yang dinilai ibadah ketika ia berdiam diri di masjid, tentu dengan niat. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga :
Amalan Malam Nuzulul Quran

Rasulullah SAW bersabda bahwa niat seseorang menentukan ganjaran yang akan ia dapatkan kelak. Nabi Bersabda: Sesungguhnya amal seseorang itu tergantung dengan niatnya, dan bagi setiap orang balasannya sesuai dengan apa yang diniatkannya.

Maka dari itu, ada baiknya seorang muslim berniat iktikaf terlebih dahulu, sebelum ia mendatangi sebuah masjid. Niat iktikaf telah diajarkan oleh para ulama Islam. Berikut niat iktikaf di masjid:

Nawaitul itikaafa fii haadzal masjidi lillaahi taaalaa. Artinya: Aku niat iktikaf di masjid ini karena Allah.

Ada juga ulama yang mengajarkan niat sebagai berikut:

Nawaitu an atakifa fii haadzal masjidi maa dumtu fiih.

Artinya: Saya berniat iktikaf di masjid ini selama saya berada di dalamnya.

Meskipun memiliki redaksi yang berbeda, intinya, kedua niat di atas sama saja. Seorang muslim tinggal memilih salah satu dari keduanya. Hukum Iktikaf di Masjid

Pada dasarnya, hukum iktikaf di masjid adalah sunnah muakkad (sunnah yang amat dianjurkan). Hal ini berpatokan pada redaksi hadis yang telah disinggung di awal tulisan ini.

Baca Juga :
Inilah Daftar Amalan yang Bisa Dilakuan di Malam Nisfu Syaban, Membaca Surat Yasin hingga Berdoa

"Namun, hukum iktikaf bisa berubah menjadi wajib apabila seorang muslim memiliki nazar untuk melaksanakan iktikaf di masjid. Iktikaf bagi orang seperti itu, tidak boleh tidak, wajib dilaksanakan," ucap KH. Kosasih.

Demikian pembahasan mengenai niat dan hukum iktikaf di masjid. Di waktu-waktu akhir Ramadan ini, seyogyanya umat Islam meningkatkan ibadah dan amalan-amalan baiknya. Salah satu amalan yang amat dianjurkan kepada umat Islam adalah iktikaf di masjid. Hal ini sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw dan para istrinya sendiri.

Original Source

Topik Menarik

{