Uji Coba Covid-19 pada Manusia, Sukarelawan Sengaja Dibuat Positif, Bagaimana Hasilnya?
JAKARTA, celebrities.id - Uji pertama pada manusia di dunia dilakukan oleh sejumlah peneliti dari Open Orphan dengan Imperial College, London.
Para sukarelawan dengan sengaja dibuat positif Covid-19. Hasilnya, ditemukan fakta bahwa gejala tidak berpengaruh pada seberapa besar kemungkinan orang yang terinfeksi menularkan virus ke orang lain.
Dalam penelitian tersebut, menunjukkan bahwa di antara 18 peserta yang positif Covid-19, tingkat keparahan gejala, tidak ada hubungannya dengan viral load di saluran udara mereka.
Tes mengukur jumlah virus Corona dalam darah (viral load) memang berkorelasi dengan kecenderungan untuk melepaskan virus dan kemungkinan penularan, diukur dengan dua metode yang dikenal sebagai focus-forming assay (FFA) dan reaksi berantai polimerase kuantitatif (qPCR).
Tidak ada korelasi antara jumlah pelepasan virus dengan qPCR atau FFA dan skor gejala, kata para peneliti dalam makalah yang diterbitkan online oleh Nature Medicine dilansir Reuters, Sabtu (2/4/2022).
Temuan ini menggarisbawahi sulitnya mencegah infeksi masyarakat karena Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan peningkatan kasus. Lebih lanjut, diungkapkan bila penggunaan masker sangat penting untuk menghindari tertular virus Covid-19.
"Dengan virus yang hadir pada titer yang jauh lebih tinggi di hidung daripada tenggorokan, data ini memberikan bukti jelas yang menekankan pentingnya memakai penutup wajah di atas hidung dan juga mulut," ujar tim peneliti.
"Selanjutnya, data tim peneliti dengan jelas menunjukkan bahwa pelepasan virus SARS-CoV-2 terjadi pada tingkat tinggi terlepas dari keparahan gejala, sehingga menjelaskan tingginya penularan infeksi ini dan menekankan bahwa keparahan gejala tidak dapat dianggap sebagai pengganti risiko penularan pada penyakit ini."
Uji coba Imperial mengekspos 36 orang dewasa muda yang sehat tanpa riwayat infeksi atau vaksinasi ke jenis virus SARS-CoV-2 asli dan memantau mereka dalam pengaturan karantina.
Tidak ada efek samping serius terjadi, dan model studi tantangan manusia terbukti aman dan dapat ditoleransi dengan baik pada orang dewasa muda yang sehat.


