Ramai Dihujat, Presenter Ardes Goenawan Akhirnya Minta Maaf: Tidak Ada Maksud Merendahkan

Seleb | kuyou.id | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 14:02
Ramai Dihujat, Presenter Ardes Goenawan Akhirnya Minta Maaf: Tidak Ada Maksud Merendahkan

Usai viral dan ramai dihujat netizen karen merendahkan Timnas Indonesia di Piala AFF 2020, presenter Ardes Goenawan akhirnya minta maaf gaes.

Sebelumnya, Ardes Goenawan dinilai telah merendahkan Timnas Indonesia yang tengah berlaga di ajang Piala AFF 2020.

Saat itu dirinya menuliskan pernyataan yang melukai pendukung Timnas Indonesia setelah mengharapkan Timnas Indonesia kalah di babak final AFF 2020 mendatang.

Akibat pernyataannya tersebut Ardes Goenawan langsung mendapat banyak hujatan dari netizen hingga viral di media sosial.

Setelah ramai dihujat, Ardes Goenawan pun akhirnya meminta maaf pada Timnas dan masyarakat Indonesia melalui unggahan di Instagram Storiesnya.

"Mohon maaf kalau ada sebagian teman-teman yang merasa 'sakit hati' karena komentar saya terkait sepakbola, khususnya mengenai tim nasional sepakbola Indonesia," katanya.

Selain itu, presenter 29 tahun ini juga menjelaskan bahwa pernyataannya tersebut adalah pendapat obyektif mengenai Timnas.

Saya hanya berusaha mengutarakan pendapat saya secara obyektif. Secara permainan, harus kita akui, Thailand, Singapura, dan Vietnam lebih unggul dari Indonesia. Tidak ada maksud untuk merendahkan perjuangan pelatih, staff, dan para pemain Timnas, ungkapnya.


Selain itu, alasannya mengharapkan indonesia kalah di ajang Piala AFF adalah agar Timnas bisa bisa melakukan evaluasi supaya lebih baik lagi.

Mengenai kubu mana yang saya dukung, saya juga bukan fan Thailand, Singapura, maupun Vietnam. Di satu sisi, saya berharap mereka menang, supaya Timnas Indonesia bisa dibenahi (evaluasi) lagi dan perhatian besar dari pusat kepada sektor bola yang sangat potensial, jelasnya.

Dirinya juga berharap dengan adanya kejadian ini bisa menjadi pelajaran untuk menghargai perbedaan pendapat.

"Mungkin terdapat selisih cara penyampaian, gesture dan persepsi di antara kita. Mungkin juga ada selisih pendapat. Kita sama-sama belajar untuk menghargai perbedaan dan setuju untuk tidak setuju yah," tuturnya.

Artikel Asli