Mengenal Angela Gilsha yang Kali Pertama Berperan sebagai Single Mom

Seleb | jawapos | Published at Minggu, 26 Desember 2021 - 19:48
Mengenal Angela Gilsha yang Kali Pertama Berperan sebagai Single Mom

Sinetron terbaru SCTV, Dewi Rindu, konsisten mempertahankan posisi di jajaran program televisi dengan rating tinggi. Hasil rating 23 Desember lalu menunjukkan bahwa sinetron produksi SinemArt itu berada di posisi ketiga. Selain cerita yang membuat banyak orang bersimpati, akting para cast juga menjadi daya tarik. Salah satunya Angela Gilsha, sang pemeran utama.

DALAM Dewi Rindu, Angela berperan sebagai Dewi. Dia adalah gadis dengan angan-angan besar untuk membebaskan keluarganya dari kesulitan ekonomi. Sayang, Dewi harus hamil di luar nikah akibat perbuatan kekasihnya, Adrian (Dylan Carr). Keadaan semakin parah karena Adrian enggan bertanggung jawab.

Dengan hati hancur, Dewi yang sedang hamil pergi jauh ke Banyuwangi untuk memulai hidup baru. Sampai akhirnya dia melahirkan seorang putri yang diberi nama Rindu (Dominique Tambunan). Karena Adrian tetap tidak mau bertanggung jawab, Dewi pun mengasuh Rindu seorang diri.

Di tengah kesulitan hidup Dewi membesarkan Rindu, datanglah Rangga (Achmad Megantara). Dia adalah teman lama Dewi saat SMA. Diam-diam, Rangga rupanya menaruh perhatian kepada Dewi seiring pertemuan mereka yang sering terjadi.

Bagi Angela, peran sebagai ibu cukup menantang. Pas dapat perannya, aku nggak nyangka sih. Apalagi, aku kan belum pernah jadi ibu dan sekarang dapat peran single mom yang lagi gedein anak satu-satunya, papar Angela dalam jumpa pers virtual.

Angela menjelaskan, karakter Dewi cukup kompleks dan membutuhkan range emosi yang beragam. Dewi memang sering disakiti orang di sekelilingnya, namun dia bukan tipe yang pasrah. Di tengah tangisnya, Dewi benar-benar bertekad melawan ketidakadilan di hidupnya. Lembut, tapi juga keras dan tegar.

Untuk bisa memerankan Dewi, Angela tidak hanya memerlukan keterampilan mengelola ekspresi wajah, tapi juga perasaan. Untung, sebelum syuting dimulai, Angela dan para cast lain sudah menjalani sesi reading agar terbiasa dengan karakter yang dimainkan. Biasanya, kalau aku main sinetron, nggak ada reading lho. Nah ini reading sampai tiga kali dengan skenario yang detail banget, ujar Angela.

Proses reading rupanya memberi Angela kepercayaan diri untuk mengambil peran di luar zona nyamannya. Sebelum ini, pesinetron 27 tahun itu sering mendapat peran antagonis. Misalnya, orang ketiga dalam suatu hubungan. Kalaupun mendapat peran protagonis, Angela menilai peran dan karakternya tidak sekompleks Dewi.

Selain reading, Angela juga melakukan persiapan sendiri. Untuk bisa mendalami peran sebagai Dewi, Angela menonton serial Maid di Netflix. Kebetulan, serial itu memiliki karakter dan jalan cerita yang mirip dengan Dewi. Yakni, ibu tunggal yang berusaha membesarkan anaknya.

Karakter Dewi juga berdampak positif buat Angela. Finalis Gadis Sampul 2010 itu menuturkan, sebelum ini, dirinya pernah depresi. Sebab, Angela merasa tertekan dengan perannya di sinetron. Pas 2017, aku dapat peran yang nggak disukai penonton di sinetron pertama aku, Anugerah Cinta. Itu bikin aku kepikiran banget, katanya.

Perlahan, dengan banyaknya pengalaman syuting, Angela mulai lepas dari depresi. Salah satunya berkat peran sebagai Dewi. Selain karena ada proses reading dan dituntun sutradara Gita Asmara, Angela menganggap cerita dan karakter Dewi sangat menginspirasi. Hal itu membuat perempuan berdarah Bali-Toraja-Italia tersebut semangat memerankan Dewi.

Selain karena karakternya yang menginspirasi, Dewi Rindu juga ditayangkan berbarengan dengan terungkapnya kasus-kasus kekerasan seksual yang dialami perempuan. Dewi sendiri dikisahkan mengalami hal serupa dan berusaha bangkit kembali untuk tetap hidup.

Bahkan, di awal-awal penayangan sinetron yang tayang setiap hari pukul 19.30 WIB itu, tagar #BangkitBersamaDewi sempat populer di media sosial. Lewat ceritanya, Dewi menunjukkan kekuatan setelah mengalami musibah dan kekerasan, ucap Angela.

Lewat perannya sebagai Dewi, Angela ingin memberikan dukungan moral bagi semua orang. Terlebih untuk para perempuan yang mengalami kekerasan dalam hidupnya. Kalian nggak sendirian. Segera cari bantuan kalau kalian mengalami kekerasan, imbuhnya.

Artikel Asli