Operasi Bentall, Chef Haryo Bersyukur Terbantu BPJS

Seleb | jawapos | Published at Sabtu, 23 Oktober 2021 - 19:45
Operasi Bentall, Chef Haryo Bersyukur Terbantu BPJS

JawaPos.com-Operasi bentall yang dijalani Chef Haryo di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta, berjalan lancar. Kini dia dalam proses pemulihan dan berada di ruang kamar perawatan di rumah sakit tersebut.

Sherly, istri Chef Haryo mengungkapkan, semua biaya operasi dan perawatan yang dijalani ditanggung BPJS. Dia bersyukur sekali pengeluaran biaya bisa ditekan dengan memanfaatkan jaminan kesehatan program pemerintah.

"Lumayan ngeluarin uang juga sih. Untuk obat- obatan, makan, penginapan aku di hotel karena pagi-pagi sudah di rumah sakit dokter minta beli pampers dan lain-lain. Tapi Alhamdulillah sangat terbantu oleh BPJS," kata Sherly kepada JawaPos.com,  Sabtu (23/10).

Kondisi kesehatan Chef Haryo kini terbilang stabil. Meski belum bisa berdiri, namun ia dapat berbicara dengan sangat baik. Selera makan chef berusia 46 tahun itu juga terbilang baik. Sudah bisa makan makanan Padang selama tidak pedas, gado-gado, dan yang lainnya.

Chef Haryo juga rutin menjalani fisioterapi gerak untuk melatih otot-ototnya cepat pulih kembali. Menurut dokter kepada Sherly, perkembangan proses pemulihan Chef Haryo terbilang cepat dibandingkan pasien lain yang juga menjalani operasi bentall.

"Kata dokter sesuai yang diharapkan. Karena dikhawatirkan suaranya hilang setelah operasi bentall. Alhamdulillah suaranya baik, tetap dengan karakter suara Chef Haryo," paparnya.

Chef Haryo melaksanakan operasi bentall di Rumah Sakit Harapan Kita demi kesembuhan diseksi aorta kronis de bakey stanford type A yang dideritanya sejak sekitar 2 tahun belakangan. Tindakan operasi tersebut dilaksanakan pada Jumat, 1 Oktober 2021.

Sekadar informasi, operasi bentall termasuk tindakan medis tersulit karena bisa menyebabkan kematian. Sebelum dilakukan pemotongan bagian aorta, fungsi jantung dan paru-paru digantikan oleh mesin. Kemudian suhu badan pasien diturunkan secara perlahan sampai mencapai 24-26 derajat celsius atau separuh temperatur tubuh manusia normal.

Penurunan suhu badan dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi aktivitas otak agar tidak terlalu membutuhkan banyak darah. Setelah itu, darah kemudian dikuras dari tubuh. Aliran darah ke liver, ginjal, paru, apalagi jantung, usus, dan otot dihentikan. Akan tetapi, aliran darah ke otak tidak boleh terhenti karena bisa mengakibatkan koma atau bahkan kematian.

Artikel Asli