TNI Bantu Rachel Vennya Kabur dari Karantina, Begini Kronologinya

bukamatanews | Seleb | Published at Kamis, 14 Oktober 2021 - 08:00
TNI Bantu Rachel Vennya Kabur dari Karantina, Begini Kronologinya

BUKAMATA -- Kodam Jaya selaku Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) Covid-19 mengumumkan hasil penyelidikan terkait kabar selebgram Rachel Vennya yang kabur saat menjalani karantina di Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara.

Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS mengonfirmasi, bahwa benar Rachel Vennya kabur dari Wisma Atlet setelah bepergian ke Amerika Serikat.

Hal ini diketahui setelah Kodam Jaya melakukan penyelidikan dari Bandara Soekarno Hatta hingga Rachel Vennya tiba di Wisma Atlet.

Kaburnya Rachel Vennya rupanya dibantu oleh oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Pada saat pendalaman kasus ditemukan adanya tindakan nonprosedural oleh oknum anggota pengamanan Bandara Soetta (TNI) berinisial FS, yang telah mengatur agar Rachel Vennya dapat menghindari prosedur pelaksanaan karantina," kata Herwin dalam siaran persnya, Rabu (13/10/2021).

Menurut Keputusan Kepala Satgas Covid-19 Nomor 12/2021, pada 15 September 2021, pihak yang berhak mendapatkan fasilitas repatriasi karantina di RSDC Wisma Atlet ada tiga kategori.

Mereka adalah pekerja imigran Indonesia, pelajar atau mahasiswa Indonesia setelah mengikuti pendidikan dari luar negeri, dan pegawai pemerintah yang kembali ke Indonesia setelah perjalanan dinas luar negeri.

"Pada kasus selebgram Rachel Vennya menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak berhak mendapatkan fasilitas tersebut," tegas Herwin.

Atas perintah Pangdam Jaya selalu Pangkogasgabpad Covid-19, kata Herwin, proses pemeriksaan dan penyidikan terhadap FS akan dilakukan secepatnya.

"Penyelidikan juga akan dilakukan terhadap tenaga sektor kesehatan, tenaga pengamanan, dan penyelenggara karantina lainnya agar diperoleh hasil yang maksimal," kata Herwin.

Sebelumnya, nama Rachel Vennya ramai diperbincangkan setelah diduga kabur dari karantina usai pulang dari Amerika Serikat beberapa waktu lalu.

Kecurigaan itu bermula dari unggahan seorang pengguna Instagram yang memasukkan data Rachel di Wisma Atlet.

Dari cerita yang diunggahnya, Rachel saat itu seharusnya menjalani karantina selama delapan hari, tapi hanya melakukannya selama tiga hari.

Akun tersebut juga menyebut awalnya Rachel berniat kabur sejak dari bandara. Namun, niatnya diketahui petugas sehingga akhirnya ibu dua anak itu melakukan karantina di Wisma Atlet.

Artikel Asli