Kevin Ardilova, Sosok Pembimbing Akting Sara Fajira

okezone | Seleb | Published at Minggu, 10 Oktober 2021 - 05:01
Kevin Ardilova, Sosok Pembimbing Akting Sara Fajira

JAKARTA - Sara Fajira melebarkan sayap di industri film. Film Kabut ternyata film pertama ia bintangi sebelum tayang.

Dalam film Kabut ini, Sara Fajira beradu akting dengan Kevin Ardilova. Sosok Kevin selain partner dalam film juga menjadi sosok pembimbing Sara untuk berkembang.

Aku banyak terimakasih kepada Kevin dan mas Indra Gunawan, karena banyak memberikan arahan dan masukan, selama aku syuting film Kabut ini. Karena ini benar-benar pertama kali aku berakting untuk film," ujar Sara Fajira dalam jumpa pers film Kabut.

DJ Ternama Dunia Aja Ditolak Sara Fajira, Apalagi Kamu

Sinopsis Film Kabut, Horor Terbaru Sara Fajira

Sara Fajira

Di bawah arahan sutradara Indra Gunawan, Sara Fajira juga mampu bertransformasi dari sosok penyanyi menjadi seorang aktor.

Mungkin kalau enggak diajakin sama Mas Indra aku enggak bisa develop karakter dengan baik. Jadi terima kasih sudah sabar-sabar sama Sara waktu itu ya," ucap Sara Fajira.

Sutradara film Kabut, Indra Gunawan mengaku menggabungkan Kevin dengan Sara karena suatu hal. "Sara kerjasama dengan saya di film ini, dia baru banget main film. Hanya yang tayang duluan itu Hitam. Kenapa aku menggabungkan Kevin dengan Sara, saya berharap Kevin bisa membimbing Sarah untuk akting. Dan ternyata apa yang saya harapkan terjadi," katanya.

Kabut cerita bermula saat Joni dan Jupri sedang mengangkut boks ayam ke dalam pikap, beberapa ekor ayam lepas dari boks dan membuat mereka agak terlambat untuk berangkat mengantar pesanan ayam. Hari sudah gelap dan mereka baru jalan meninggalkan kawasan peternakan.

Hampir setengah malam melintasi kawasan pedesaan, sunyi dan sepi. Jupri dan Joni belum juga mendapatkan alamat yang sesuai. Sinyal mulai susah dan tidak bisa menggunakan akses GPS . beberapa orang yang ditanya malah membuat mereka makin tersesat, hingga tak ada lagi jalan aspal. Mobil pelan-pelan melewati jalan tanah terjal hingga menembus hutan-hutan bambu, sampailah mereka di sebuah kampung.

Kampung kecil, hanya sedikit rumah yang terlihat, karena tengah malam, semuanya sudah tertutup rapat. Joni dan Jupri memarkir mobilnya di sebuah rumah tua yang berhalaman cukup luas untuk parkir mobil. Di depan rumah itu terdapat tulisan Rumah Jagal dengan bentuk tulisan yang sudah kusam, catnya mengelupas. Joni dan Jupri memutuskan untuk istirahat di situ. Tak lama Joni sudah terlelap, sementara Jupri masih gelisah tak bisa tidur mendengar Joni mengorok. Baru hendak memejamkan mata, Jupri melihat sekelebatan sosok misterius melintas di samping rumah.

Artikel Asli