Dhalia, Penerus Artis Legendaris Roekiah yang Meninggal karena Kekejaman Jepang

inewsid | Seleb | Published at Kamis, 16 September 2021 - 11:44
Dhalia, Penerus Artis Legendaris Roekiah yang Meninggal karena Kekejaman Jepang

JAKARTA, iNews.id - Sosok Dhalia di industri perfilman Indonesia telah menjadi sejarah. Di era 1950-an, Dhalia merupakan aktris terkenal yang cantik dan diakui sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik di ajang Festival Film Indonesia (FFI) pertama pada 1955.

Menilik dari perjalanan kariernya, Dhalia telah memulai terjun di dunia akting sejak awal 1940-an. Kecintaannya pada dunia kesenian datang dari sang ayah, Tengku Katam, yang mempunyai rombongan sandiwara terkenal saat itu, Dalia Opera.

Berangkat dari panggung sandiwara, Dhalia mulai terjun ke dunia film pada 1940 lewat film musikal pertama Indonesia, Pantjawarna. Dia lalu bermain dalam film-film propaganda seperti Panggilan Darah (1941), Berdjoang (1943), dan Hoedjan (1944).

Di masa-masa awal kariernya, Dhalia kerap mendapat pujian atas aktingnya yang mumpuni. Tidak hanya itu, dia bahkan disebut-sebut sebagai penerus aktris legendaris Tanah Air, Roekiah yang meninggal dunia pada 2 September 1945 karena kekejaman Jepang.

Diketahui, sebelum meninggal dunia, Roekiah sempat jatuh sakit setelah merampungkan film Ke Seberang, produksi studio film Jepang, Nippon Eigasha. Di tengah sakit, dan juga keguguran, Roekiah tidak diperbolehkan beristirahat oleh tentara Jepang. Mereka bersikeras bahwa dia dan lawan mainnya, Kartolo, harus menjalani tur ke Surabaya, Jawa Timur.

Sekembalinya dari tur, kondisi Roekiah semakin memburuk. Setelah menjalani pengobatan selama beberapa bulan, Roekiah meninggal dunia tak lama setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

Usai kepergian Roekiah untuk selama-lamanya, masyarakat menunjuk Dhalia sebagai penerusnya. Dhalia disebut-sebut memiliki wajah cantik yang mirip dengan sang aktris legendaris itu. Selain itu, Roekiah juga tercatat pernah mengikuti rombongan sandiwara milik ayah Dhalia.

Karier Dhalia sebagai seorang aktris semakin bersinar di era 1950-an. Dia banyak membintangi film seperti Sorga Terachir (1952), Chandra Dewi (1952), Sangkar Emas (1952), dan Lewat Djam Malam (1954) yang membuatnya meraih penghargaan FFI pertama pada 1955.

Namun, setelah meraih piala di FFI dan membintangi beberapa film di era 1955, Dhalia mendadak lenyap dari industri perfilman. Dia lalu muncul lagi di dunia film lewat Last Tango in Jakarta (1973).

Sejak itu, aktris kelahiran 10 Februari 1927 ini kembali aktif di dunia film hingga mengembuskan napas terakhirnya di Jakarta pada 14 April 1991. Film terakhir Dhalia sebelum meninggal dunia di usia 64 tahun yakni Pendekar Jagad Kelana dan Ketika Dia Pergi yang tayang pada 1990.

Artikel Asli