Awal Mula Pelecehan Seksual Teror Sperma di Semarang, Pelakunya Seorang Dokter Gaes

kuyou.id | Seleb | Published at 15/09/2021 07:00
Awal Mula Pelecehan Seksual Teror Sperma di Semarang, Pelakunya Seorang Dokter Gaes

Yuk simak awal mula pelecehan seksual teror sperma di Semarang, yang ternyata pelakunya seorang dokter gaes.

Baru-baru ini di Semarang, sedang dihebohkan kasus pelecehan seksual teror sperma dilakukan di sebuah kontrakan. Diketahui, pelakunya adalah seorang dokter berinisial DP, yang sedang menempuhProgram Pendidikan Dokter Spesialis(PPDS). Da n korbannya yang berinisial D adalah teman kontrakannya yang juga merupakan istri dari teman dokternya yang sama-sama sedang menempuh pendidikan.

Pelecehan seksual teror sperma yang dilakukan pelaku adalah DP mencampur makanan D dengan cairan spermanya. Aksi DP pun ketahuan setelah D yang merasa curiga karena posisi makanannya yang selalu berubah.

Nah, buat kamu yang penasaran dengan awal mula kronologi teror sperma ini, yuk simak awal mula pelecehan seksual teror sperma di Semarang, yang ternyata pelakunya seorang dokter.

Awal Mula Pelecehan Seksual Teror Sperma di Semarang


Dis! Gak habis pikir deh sama pre da tor kayak gini! Pendidikan tinggi tidak mencerminkan akhlak seseorang. pic.twitter.com/qjtjGRwq5t

AREA JULID (@AREAJULID) September 14, 2021

Berdasarkan keterangan korban, pelaku sudah melakukan tindakan bejatnya ini sejak Oktober 2020. D selalu curiga karena posisi makanannya yang selalu berubah. D pun menceritakan kecurigaannya ini kepada sang suami, yang merupakan teman korban sesama dokter dan juga sedang menempuh pendidikan. Namun, sang suami berkata bahwa itu merupakan ulah kucing.

Namun, karena D masih merasa curiga, ia pun berinisiatif untuk menyelipkan kamera tersembunyi di kontraknnya. Dan dari rekaman tersebut, ketika korban sedang mandi,pelakumendekati ventilasi jendela kamar mandi korban. Kemudian pelaku melakukanonani, setelah keluar cairan spermanya, pelaku langsung mencampurkan spermanya ke makanan milik korban.

Akibat pelecehan seksual teror sperma ini, korban mengalamitrauma mendalam dan mengalami gangguan susah tidur sertaemosional.Sejak bulan Desember 2020, korban mengkonsumsi obat anti depresan yang diresepkan psikiater.

Pelanggaran yang dilanggar Pelaku



Pelakutelah melakukantindakankekerasan terhadap perempuan.Melanggar Rekomendasi Umum PBB Nomor 19 tentang Kekerasan Terhadap Perempuan.

Pelaku juga melanggar Pasal 281 KUH Pidana tentang tindakan pidana merusak kesopanan di muka umum. Pelaku juga sudah melanggar sumpah dokter.

Nah, itulah awal mula pelecehan seksual teror sperma di Semarang, yang ternyata pelakunya seorang dokter gaes. Gimana, sekarang sudah tahu kan?

Artikel Asli