Anaknya Cerebral Palsy, Meghan King Banjir Dukungan

republika | Seleb | Published at 09/09/2021 11:05
Anaknya Cerebral Palsy, Meghan King Banjir Dukungan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selebritas Meghan King mengaku mendapat banyak dukungan dalam membesarkan Hart, salah satu anaknya yang menyandang cerebral palsy . Hart yang berusia tiga tahun merupakan putra ketiga Meghan.

Cerebral palsy dapat menyebabkan gangguan pada gerakan dan koordinasi tubuh. Meghan mengaku tetap bersyukur dan bahagia dengan putranya, terlebih dia juga banyak mendapat dukungan.

"Rasanya menyenangkan mengetahui saya mendapat begitu banyak dukungan dari begitu banyak orang," kata mantan bintang serial TV Real Housewives of Orange County itu kepada Page Six , Kamis (9/9).



Dalam unggahan di Instagram , Meghan mengungkap, Hart tidak dapat berlari dengan kecepatan yang sama dengan saudaranya yang lain. Mantan istri Jim Edmonds itu berbagi pengalaman menemani proses tumbuh kembang anaknya tersebut melalui media sosial.

"Dia (Hart) bilang dia tidak bisa berlari secepat mereka, dan dia tidak bisa. Bukan karena genetiknya, tapi karena cerebral palsy -nya. Anda mungkin berpikir dia terlihat dan bertindak 'normal' (kami katakan 'tipikal'), tetapi sesungguhnya dia tidak begitu. Dia memiliki cacat tersembunyi yang memengaruhi setiap bagian dari hidupnya dan saya, ungkap ibu tiga anak itu.

Meghan mengatakan, Hart menangis saat dia tidak mampu mengikuti kecepatan berlari saudara kembarnya dan kakak perempuannya. Pelan-pelan, akhirnya anak-anaknya pun tahu tentang kondisi Hart. Hal itu pun diakui Meghan sangat menghancurkan hatinya.

Postingan ini bukan untuk simpati, tidak ada orang tua dari anak berkebutuhan khusus yang menginginkan simpati, ini untuk kesadaran. Kadang-kadang kita tidak tahu cerita lengkap tetangga kita, jadi mari kita menggali lebih dalam agar bisa lebih berempati, tulisnya.

Menurut Meghan, putra bungsunya pernah menjalani terapi wicara, okupasi, fisik, hingga upaya mengintegrasikan perilaku ke dalam masa sekolahnya untuk mengatasi gangguan yang dialaminya. Pada September 2019, bintang reality show itu mengakui bahwa program terapi intensif telah membantu putranya yang masih kecil menjadi lebih mampu bersosialisasi.

Artikel Asli