Apa Kabar Jajang C Noer Artis Terbaik Era 1970-an, Putri Tunggal Tokoh Perintis Kemerdekaan Indonesia

Seleb | inewsid | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 15:47
Apa Kabar Jajang C Noer Artis Terbaik Era 1970-an, Putri Tunggal Tokoh Perintis Kemerdekaan Indonesia

JAKARTA, iNews.id - Jajang C Noer dikenal sebagai artis yang mahir di dunia film dan teater. Sosoknya mulai terkenal sejak era 1970-an. Dia adalah putri dari duta besar sekaligus tokoh penggerak perintis kemerdekaan Indonesia, Nazir Datuk Pamoentjak.

Pemilik nama asli Lidia Djunita Pamoentjak, lahir di Prancis, 28 Juni 1952. Panggilan Jajang dia dapatkan dari kedua orang tuanya yang berarti 'sayang'. Sejak berusia lima tahun, putri tunggal Nazir Datuk Pamoentjak, duta besar pertama Indonesia untuk Prancis ini sudah berkenalan dengan kesenian.

Sewaktu ayahnya menjadi duta besar untuk Filipina, Jajang kecil sudah lihai menari tari payung, tari piring yang membuatnya sesekali tampil mewakili Indonesia dalam sebuah pertunjukan tari di Manila, Ibukota Filipina.

Minat dan bakat terhadap dunia seni tersebut terus berlanjut. Waktu SMA, Jajang suka menonton teater dan juga sempat belajar gamelan walau tidak lama. Selain itu, keaktifannya mengikuti ekstrakurikuler drum band membuat dirinya berkesempatan tampil dalam acara menyambut kedatangan Paus Paulus VI di Senayan, Jakarta.

Keterlibatannya dalam dunia seni peran dimulai saat memasuki teater pada 1972, di mana dia menjadi anggota Teater Kecil pimpinan Arifin C Noer, sosok sutradara legendaris yang kemudian menjadi suaminya. Puncaknya adalah ketika Jajang tampil dalam film berjudul Bibir Mer yang rilis pada 1991. Berkat perannya tersebut, dia berhasil meraih predikat sebagai Pemeran Pembantu Terbaik pada Festival Film Indonesia 1992.

Pertemuan dan keterlibatan keduanya dalam satu proyek yang sama membuat Jajang dan Arifin C Noer seakan terkena cinta lokasi. Selang 6 tahun setelah Jajang bergabung menjadi anggota Teater Kecil pimpinan Arifin, keduanya memutuskan menikah pada 1978. Sejak resmi menikah, Jajang pun memutuskan untuk mengganti namanya menjadi Jajang C Noer.

Saat itu, Arifin berusia 11 tahun lebih tua dari Jajang. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang anak yaitu Nitta Nazyra C. Noer (kelahiran 1979) dan Marah Laut C. Noer (kelahiran 1980).

Adapun Nitta Nazyra mengikuti jejak sang ibunda yakni menjadi seorang artis sekaligus mendirikan perusahaan publisis film. Sementara Marah Laut, putra Jajang diketahui menikah dengan putri bungsu mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla, Chaerani Jusuf pada 24 Agustus 2013.

Pernikahan Jajang dan Arifin terbilang awet serta harmonis hingga maut memisahkan. Pada 1995, Arifin C Noer yang menderita kanker hati harus menghembuskan nafas terakhir dan meninggalkan sang istri tercinta.

Setelah suaminya, Arifin C. Noer meninggal, Jajang dengan terpaksa menjadi sutradara. Hal ini karena Arifin berpulang meninggalkan warisan berupa naskah sinetron berjudul Bukan Perempuan Biasa yang baru diproduksi tujuh episode.

Setelah mendapat rekomendasi dari penulis naskah Ahmad Yusuf, Jajang melanjutkan proyek tersebut. Tak disangka, karier Jajang sebagai seorang sutradara cukup moncer. Pada Festival Sinetron Indonesia 1997, sinetron yang dibintangi Christine Hakim itu meraih Piala Vidia sebagai drama seri terbaik. Seakan berjodoh, sejak saat itu Jajang kerap mendapat pesanan untuk menyutradarai sinetron dan film televisi.

Artikel Asli