La La Land Review: Antara Cinta dan Karir

Seleb | cultura.id | Published at Rabu, 11 Agustus 2021 - 01:35
La La Land Review: Antara Cinta dan Karir

Cinta dan karir merupakan sebagian dari banyak hal penting dalam hidup manusia. Akan tetapi, dua hal tersebut tidak bisa selamanya dimiliki seseorang, terutama bila sudah ditampar dengan getirnya dunia nyata. Sekilas, itulah yang ingin ditampilkan dalam film "La La Land" yang saat ini bisa ditonton melalui Netflix.

"La La Land" merupakan film drama musikal dari sutradara Damien Chazelle, yang lebih dulu terkenal melalui Whiplash pada 2014 lalu. Digawangi oleh duet Ryan Gosling dan Emma Stone, film romansa ini berkisah tentang Mia dan Sebastian yang memiliki impiannya masing-masing. Suatu ketika, mereka dipertemukan oleh takdir dan membawa mereka menghadapi kejamnya proses dalam meraih ambisi yang dimiliki.

La La Land

Lionsgate

Damien Chazelle sendiri tidak muluk-muluk dengan premisnya, di mana La La Land sejatinya adalah pergolakan romansa antara dua insan manusia yang masing-masingnya mendambakan sesuatu yang besar. Mia dengan mimpinya menjadi aktris dan Sebastian melalui ambisinya membangun klab dengan musik jazz yang ia sukai, yang pada akhirnya dipertemukan dalam perjalanan menggapai asanya.

Alih-alih tampil dengan plot yang klise, La La Land seakan berusaha untuk memberikan cerita yang terasa nyata. Oleh karena itu, tidak butuh waktu lama bagi penonton untuk relate pada kisah yang dialami oleh Mia dan Sebastian di dalamnya.

Selain sajian dramanya yang bittersweet, La La Land nampaknya hadir sebagai wadah refleksi bagi para penontonnya. Tentang cinta, ambisi, dan penyesalan dapat dirasakan secara mendalam melalui salah satu masterpiece dari Damien Chazelle ini. Tidak hanya itu, film ini juga dapat memberi penonton ragam insight dalam hidup melalui rentetan dialog ringan nan berbobotnya.

LaLaLand

Lionsgate

Aspek narrative yang menawan dari La La Land ini tak bisa dilepaskan dari kehadiran Mia dan Sebastian yang menjadi central figure dalam film drama romansa tersebut. Dua insan manusia ini tampaknya muncul sebagai couple hangat yang pada akhirnya harus ditampar dengan jahatnya dunia nyata. Karena hal itu pula, sangat mudah untuk meresapi keduanya dan memahami segala keputusan yang nantinya akan berpengaruh pada cerita keduanya.

Penggambaran Mia dan Sebastian yang ciamik dari Damien Chazelle tersebut semakin sempurna berkat performa gemilang dari Emma Stone dan Ryan Gosling. Keduanya mampu tampil dengan ragam cakupan emosi dan saling mengimbangi satu sama lain, sehingga penampilan mereka berdua tampak sangat luwes di sini. Tak heran jika film ini pula yang mengantarkan keduanya masuk dalam nominasi Best Actor dan Best Actress dalam Academy Awards 2016.

Sebagai sebuah film musical drama, Damien Chazelle menyuntikkan La La Land dengan banyak dansa dan nyanyian yang sangat beautiful. Dua elemen tersebut tidak hanya sekadar show-off, karena mereka hadir sebagai salah satu jembatan bagi penceritaan, membuat film ini jadi sangat enjoyable dalam durasi 128 menit.

 

La La Land juga hadir sebagai salah satu film Damien Chazelle dengan tata produksi paling grand. Scoring menawan, sinematografi ciamik, dan penggunaan visual yang tampak colorful membuat salah satu calon Best Picture Academy Awards 2016 ini sangat asik untuk dinikmati, terutama bila ditonton melalui layar besar dan sound system yang memadai.

Walau sudah lima tahun sejak perilisan awalnya, La La Land adalah film musical drama yang masih sangat enjoyable untuk ditonton saat ini. Dengan narasi dan pesan-pesan penuh bobot mengenai cinta dan karier, serta diimbangi dengan performa menawan Gosling-Stone dan tata produksi yang grand, salah satu film terbaik dari Damien Chazelle ini harus ditonton, setidaknya sekali seumur hidup.

Artikel Asli