Mengenang Lilis Suryani, Penyanyi Top Era 1960-an yang Terkenal dengan Lagu Gang Kelinci

inewsid | Seleb | Published at 20/07/2021 11:30
Mengenang Lilis Suryani, Penyanyi Top Era 1960-an yang Terkenal dengan Lagu Gang Kelinci

JAKARTA, iNews.id - Sosok Lilis Suryani tentu masih melekat diingatan para penikmat musik lawas Tanah Air. Penyanyi era 1960-an ini terkenal dengan salah satu single hits-nya berjudul Gang Kelinci, ciptaan musisi senior nan legendaris, Titiek Puspa.

Menilik dari perjalanan kariernya, Lilis mulai terjun ke belantika musik Indonesia sejak berusia 12 tahun. Saat itu, dia masih duduk di bangku Sekolah Rakyat (SR) di kawasan Jakarta Pusat.

Semasa remaja, perempuan kelahiran 22 Agustus 1948 ini sudah mendapatkan tawaran untuk menyanyi di Istana Negara. Dia tampil sebagai penyanyi remaja yang membawakan lagu berbahasa Sunda berjudul Tjai Kopi. Momen itu merupakan awal mula perkenalan Lilis dengan Presiden RI Soekarno.

Tidak hanya tampil di Istana Negara bersama para musisi lain, Lilis Suryani juga sudah mulai berada di layar kaca di usianya ke-15 tahun pada 1963. Di tahun yang sama itu pula, dia untuk pertama kali masuk ke dapur rekaman.

Tidak lama setelah itu, munculah lagu Tjai Kopi dan Di Kala Malam Tiba yang diputar di radio-radio seluruh Nusantara. Semakin tenar dengan single-single hits-nya di era 1960-an, Lilis pun banyak menyanyikan lagu-lagu berbau patriotik seperti Si Baju Loreng, Pergi Berjuang, Tiga Malam, Kau Pembela Nusa Bangsa, Mohon Diri, dan Berita.

Lagu-lagu lainnya yang terkenal dari Lilis Suryani yakni Lenggang Kangkung, Adikku Sayang, Kisah Si Ali Baba, hingga Genjer-genjer yang sempat disebut sebagai lagu terlarang karena dianggap berkaitan dengan gerakan politik di tahun 1965. Lilis juga banyak menyanyikan lagu-lagu daerah dari Sunda, Minang, hingga Makassar.

Selama berkarier di industri musik, Lilis sempat terlibat dalam pembentukan sebuah grup musik perempuan yang diberi nama The Females bersama Rita Rachman dan Rose Sumanti. Tercatat, ada 500 lagu yang sudah dinyanyikan dan dipopulerkan oleh Lilis Suryani.

Namanya bahkan tidak hanya berkibar di Indonesia, tetapi juga harum di negeri-negeri tetangga seperti Malaysia, Singapura, hingga Filipina. Bahkan ketika namanya redup di Indonesia pada era 1970-an, tetapi dia tetap dikenang di Malaysia.

Lilis Suryani tak aktif lagi di musik sejak tahun 2003. Kabarnya, Lilis berjuang melawan penyakit kanker rahim selama empat tahun dan mengembuskan napas terakhirnya pada 7 Oktober 2007. Dia meninggal dunia di usia 59 tahun, meninggalkan ratusan karya yang masih terkenang hingga sekarang.

Artikel Asli