Ini Alasan Psikologis Fenomena Panic Buying Saat Pandemi Gaes

Seleb | kuyou.id | Published at Rabu, 07 Juli 2021 - 09:22
Ini Alasan Psikologis Fenomena Panic Buying Saat Pandemi Gaes

Fenomena Panic Buying kini memang tengah marak di lakukan oleh masyarakat Indonesia di masa pandemi gaes.

Panic Buying saat pandemi sangat berbeda dengan memborong makanan untuk persediaan saat kita terkena bencana atau yang lainnya.

Pasalnya fenomena ini justru meyebabkan masyarakat memborong barang tertentu dengan jumlah yang banyak meskipun belum tentu dibutuhkan.

Nah, mengapa sih fenomena ini bisa terjadi? Berikut alasan psikologis Panic Buying yang sudah dihimpun Tim KUYOU.id.


1. Menurut Psikolog Klinis Dewasa, Sarah R. Siahaan, MA, M.Psi, Psikolog, Panic Buying terjadi karena rasa gelisah dan kecemasan antisipatif terhadap hal yengbelum terjadi.


2. Alasan kedua adalah karena masyarakat lebih berfikir mengambil keputusan yang bersifat emosional sehingga lebih spontan dan tak didasari pertimbangan yang matang.


3. Selain itu mereka yang melakukan Panic Buying adalah karena mereka merasa bisa mengontrol sesuatu dan berharap bisa mengendalikan situasi.


4. Kemudian mereka merasa lebih tenang setelah melakukan Panic Buying juga menjadi alasan dari fenomena tersebut.


5. Psikolog Sarah Siahaan juga menyebut kalau pandemi bisa memunculkan rasa takut yang bisa menyebar ke orang lain, naka dari itu mereka melakukan Panic Buying.


Nah, itulah alasan psikologis kenapa orang-orang melakukan Panic Buying saat pandemi gaes. Kalian melakukan hal yang sama nggak?

Artikel Asli